Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 22 Mei 2025 | 04.25 WIB

4 Kebiasaan Kecil yang Membedakan Orang dengan Disiplin Tinggi dan Cara Memulainya

Disiplin adalah kunci kesuksesan, dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten setiap hari. (Freepik) - Image

Disiplin adalah kunci kesuksesan, dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten setiap hari. (Freepik)

JawaPos.com- Pernah mendengar istilah "hitting the wall"? Ini adalah kondisi ketika tubuh dan pikiran tidak lagi sejalan sistem fisik dan mental seakan ingin menyerah. Fenomena ini kerap dialami oleh pelari maraton atau atlet yang memaksimalkan batas kemampuan mereka. 
 
Sebuah studi dari Georgia Southern University yang fokus pada atlet dayung elit menunjukkan bahwa memahami keterkaitan antara faktor fisiologis dan psikologis sangat penting untuk membantu mencegah kelelahan ekstrem ini.

Namun bukan hanya atlet yang membutuhkan motivasi. Kita semua membutuhkannya baik untuk menyelesaikan rencana jangka panjang, atau sekadar bangkit dari tempat tidur menghadapi hari baru. 

Lalu, apa yang membedakan orang yang memiliki disiplin tinggi dari yang lain?

Dilansir dari Your Tango, berikut empat kebiasaan kecil yang menurut para ahli bisa membuat Anda tetap termotivasi dan berdisiplin tinggi:

1. Sadar Saat Mulai Terjebak Dalam Pikiran Negatif

Kesadaran adalah langkah pertama untuk mengubah keadaan. Ketika Anda menyadari sedang mulai terperangkap dalam pikiran negatif, cobalah memilih satu pikiran yang membuat Anda merasa lebih baik. Fokus pada hal-hal umum yang membuat Anda percaya diri dan mulai mengangkat diri sendiri secara emosional.

Misalnya, Coach dan Mentor Loulou Palmer menyarankan memulai hari dengan mandi penuh kesadaran. Rasakan aliran air hangat, nikmati sensasinya, dan izinkan tubuh Anda rileks. Fokus pada rasa puas dan syukur akan menjaga Anda tetap hadir dan termotivasi.

Dengan waktu 10 menit saja, tubuh dan pikiran Anda akan terasa lebih bersih secara fisik maupun metafisik.

2. Mengingat dan Mengapresiasi Apa yang Telah Anda Berikan ke Dunia

Motivasi bisa datang dari melihat kembali jejak yang telah Anda torehkan. Psikolog positif dan penulis, Dr. Barbara Becker Holstein, mengatakan bahwa mengingat karya-karya masa lalu seperti foto, catatan harian, wawancara, hingga film, bisa menjadi pengingat bahwa diri Anda unik dan kontribusi Anda bermakna.

Menjadi diri sendiri adalah tugas penting karena semua orang lain sudah diambil.

Dengan melihat kembali apa yang telah Anda berikan, Anda akan terdorong untuk terus melangkah dan membagikan lebih banyak kepada dunia.

3. Menggunakan Waktu Sebagai Komoditas

Waktu akan terus berjalan, apapun yang Anda lakukan. Jadi, mengapa tidak memanfaatkannya sebaik mungkin?

"Saat sulit untuk termotivasi, saya selalu berkata pada diri sendiri waktu tetap berjalan, jadi lebih baik saya gunakan untuk sesuatu yang bermanfaat," ucap Miki Anderson, PhD, LCMHC

Dengan mengubah pola pikir tentang waktu, Anda bisa mendorong diri untuk tetap produktif meski sedang tidak dalam mood.

4. Membayangkan Kehidupan Ideal Anda

Visualisasi adalah alat yang sangat kuat untuk menumbuhkan motivasi. Bayangkan secara jelas kehidupan atau tujuan yang ingin Anda raih. Rasakan detailnya, hadirkan emosi yang menyertainya, dan biarkan hasrat untuk mencapainya tumbuh kuat dalam diri Anda.

Visualisasi ini akan memperkuat determinasi Anda dan membantu menjaga fokus pada tujuan akhir. (Sri Wahyuni)

***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore