Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 20 Mei 2025 | 19.01 WIB

Bukan Ekstrovert Atau Introvert, Ini 8 Ciri Kamu Termasuk Ambivert

Ilustrasi seorang ambivert. (Freepik) - Image

Ilustrasi seorang ambivert. (Freepik)

JawaPos.com - Dalam dunia psikologi kepribadian, orang kerap dibedakan menjadi dua kategori: introvert dan ekstrovert. Namun, tidak sedikit pula yang ternyata berada di tengah-tengah dua kutub ini—dikenal sebagai ambivert.

Ambivert memiliki kepribadian yang memadukan sisi aktif ekstrovert dan reflektifnya introvert. Mereka bisa sangat nyaman bersosialisasi, tetapi juga menikmati kesendirian dalam waktu yang sama.

Fleksibilitas ini memungkinkan ambivert menyesuaikan diri dengan berbagai situasi sosial. Dalam satu waktu bisa jadi pusat perhatian, di waktu lain justru lebih memilih diam dan menyendiri.

Dilansir dari Geediting pada Senin (19/5), berikut delapan ciri umum yang menunjukkan seseorang termasuk ambivert. Jika kamu merasakan hal yang sama, besar kemungkinan kamu juga termasuk di dalamnya.

1. Menyukai Interaksi Sosial, Tetapi Tak Sepanjang Waktu

Ambivert senang berinteraksi dengan orang lain. Bertemu teman lama, menghadiri acara, atau ngobrol santai jadi hal yang menyenangkan.

Namun, ada batasnya. Energi sosial mereka bisa menurun setelah beberapa waktu. Saat itu, mereka biasanya membutuhkan waktu untuk sendiri agar bisa kembali merasa seimbang.

Karena itu, jika seseorang tampak menikmati pesta tetapi kemudian ingin cepat pulang, bukan berarti sedang tidak senang. Itu hanyalah cara ambivert menjaga energinya tetap stabil.

2. Mudah Menyesuaikan Diri dalam Berbagai Situasi

Ambivert dikenal dengan kemampuan adaptasinya yang tinggi. Mereka bisa nyambung di lingkungan ramai, tetapi juga tak canggung saat harus menyendiri atau bekerja dalam diam.

Misalnya, saat menghadiri sebuah kegiatan dengan berbagai sesi—dari diskusi ramai hingga waktu kerja individu—ambivert bisa menyesuaikan dengan lancar. Peralihan antara bersosialisasi dan menyendiri terasa natural bagi mereka.

Kemampuan ini membuat ambivert nyaman berada di beragam lingkungan. Mereka seperti "bunglon sosial" yang tahu kapan harus tampil, dan kapan cukup mengamati.

3. Lebih Suka Percakapan Bermakna daripada Basa-Basi

Ambivert cenderung memilih percakapan yang dalam dan bernilai emosional daripada obrolan ringan yang terasa kosong. Mereka tertarik pada topik yang menggugah pemikiran.

Membicarakan pengalaman hidup, opini pribadi, atau topik yang berkaitan dengan emosi dan nilai hidup lebih disukai dibanding sekadar membahas cuaca atau tren terkini.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore