Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 19 Mei 2025 | 00.51 WIB

Orang yang Selalu Merasa Sibuk Namun Terlihat Tidak Sukses Biasanya Menunjukkan 4 Hal Berikut Ini

Ilustrasi orang sibuk namun tidak menghasilkan apa-apa. (Freepik) - Image

Ilustrasi orang sibuk namun tidak menghasilkan apa-apa. (Freepik)

JawaPos.com – Kebanyakan orang akan merasa tertarik dengan bagaimana orang-orang berhasil mengisi kesibukan mereka, namun tetap bisa tidur dengan perasaan bahwa mereka belum benar-benar mencapai tujuan.

Orang-orang seperti ini akan terus bergerak, mencentang item dari daftar tugas, tetapi di penghujung hari merasa seperti bahwa mereka terus-menerus bepergian tetapi tidak benar-benar mencapai keberhasilan apapun.

Berikut 4 hal yang ditunjukkan oleh orang yang selalu sibuk namun tidak terlihat sukses atau menghasilkan apapun, seperti dilansir dari laman Blog Herald.

  1. Mengerjakan tugas tetapi bukan hasil

Bila kita terlalu fokus terhadap melakukan sesuatu daripada bertujuan pada hasil tertentu, kita akan terjebak dalam aktivitas yang terus-menerus monoton. Kita mungkin menyelesaikan seratus tugas kecil dalam sehari, tetapi jika tidak ada satu pun yang benar-benar berkontribusi pada tujuan jangka panjang kita, kita akan tetap berada di tempat yang sama.

Terdapat satu kutipan mengatakan bahwa “Jika Anda tidak memprioritaskan hidup Anda, orang lain akan melakukannya.” Hal itu dapat diambil ketika setiap orang merasa gagal mendefinisikan apa yang benar-benar penting, orang tersebut menjadi rentan terhadap prioritas orang lain. Tak lama kemudian, akan tenggelam dalam kesibukan alih-alih membuat kemajuan yang berarti.

  1. Selalu mengatakan ‘ya' terhadap semua hal

Perbedaan antara orang yang sukses dan orang yang benar-benar sukses adalah bahwa orang yang benar-benar sukses mengatakan tidak pada hal-hal tertentu.

Hal ini sering kali bermula dari keinginan agar dianggap membantu atau pribadi yang sangat dibutuhkan, tetapi pada kenyataannya, hal ini dapat menjadi boomerang tersendiri.

Sebab, setiap kali kita mengatakan “ya” pada sesuatu yang tidak sejalan dengan tujuan kita, kita sebenarnya mengatakan “tidak” pada sesuatu yang lain, sering kali hal ini bisa sesuatu yang lebih penting.

  1. Mengandalkan validasi eksternal daripada tolak ukur internal

Dorongan untuk menyenangkan orang lain dapat mengaburkan tujuan hidup kita yang sebenarnya. Tentu, senang rasanya mendapat suka, tepuk tangan, atau tos, tetapi terlalu bergantung pada kepastian eksternal dapat membuat Anda merasa hampa saat validasi itu tidak ada.

Dalam jangka panjang, kekosongan itu memicu siklus kesibukan yang panik karena jika tidak ada yang memuji Anda, reaksi spontan Anda mungkin adalah melakukan lebih banyak, lebih banyak, lebih banyak lagi.

Pada akhirnya, Anda mungkin menjadi begitu sibuk mencari pengakuan sehingga Anda tidak pernah berhenti mempertimbangkan standar kesuksesan Anda sendiri.

  1. Meremehkan waktu istirahat

Anda tahu perasaan itu ketika minggu berlalu begitu cepat dan Anda hampir tidak ingat apa yang Anda lakukan pada hari Senin. Itulah yang terjadi ketika kita tetap sibuk demi kesibukan tetapi tidak pernah berhenti untuk merenung.

Kita menjadi begitu terbiasa dengan kesibukan sehari-hari sehingga kita kehilangan pandangan terhadap kemajuan atau progres kita sendiri. Tanpa merenung kita tidak dapat melakukan kalibrasi ulang secara efektif.

Perilaku kita adalah fungsi dari keputusan kita, bukan kondisi kita.”Jika kita tidak pernah meluangkan waktu untuk mengevaluasi keputusan tersebut.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore