Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 16 Mei 2025 | 00.42 WIB

8 Kebiasaan Harian yang Diam-Diam Merusak Kesehatan Mental Menurut Para Ahli Psikologi

Ilustrasi seseorang sedang merenung atau merasa tertekan, menggambarkan beban mental akibat kebiasaan sehari-hari yang kurang sehat. (Freepik) - Image

Ilustrasi seseorang sedang merenung atau merasa tertekan, menggambarkan beban mental akibat kebiasaan sehari-hari yang kurang sehat. (Freepik)

JawaPos.com - Pernahkah Anda merasa energi mental terkuras atau tiba-tiba merasa cemas tanpa alasan yang jelas di akhir hari? Mungkin ada kebiasaan kecil sehari-hari yang tanpa disadari ternyata memberikan dampak negatif pada kondisi psikologis Anda dari waktu ke waktu.

Sering kali, hal-hal yang kita anggap sepele atau normal dalam rutinitas ternyata bisa menggerogoti ketahanan mental secara perlahan tanpa kita sadari dampaknya. Melansir Geediting.com Kamis (15/05), ada delapan perilaku umum yang menurut psikologi dapat merusak kesehatan mental apabila terus dilakukan secara berkelanjutan.

1. Terlalu Memikirkan Setiap Keputusan

Satu di antara kebiasaan yang membebani mental adalah kecenderungan menganalisis berlebihan setiap pilihan kecil dalam hidup. Hal ini seringkali berujung pada kesulitan membuat keputusan, terkadang bahkan sampai membuat kita tidak melakukan apa-apa sama sekali.

2. Melakukan Percakapan Negatif dengan Diri Sendiri

Suara kritik di dalam kepala yang terus menerus meragukan kemampuan diri sendiri bisa sangat berbahaya bagi kesehatan mental. Pikiran-pikiran negatif ini membentuk cara pandang kita terhadap diri sendiri menjadi kurang baik dan penuh keraguan mendalam.

3. Terlalu Menyenangkan Orang Lain Sampai Lupa Diri

Memprioritaskan kebutuhan atau keinginan orang lain secara berlebihan di atas kebutuhan diri sendiri bisa sangat menguras energi emosional. Kebiasaan ini dapat menumbuhkan perasaan kesal atau dendam karena merasa tidak dihargai dalam hubungan interpersonal yang dijalani.

4. Selalu Membandingkan Diri dengan Orang Lain

Kegiatan membandingkan hidup atau pencapaian diri dengan orang lain, terutama yang terlihat sempurna di media sosial, seringkali memicu perasaan tidak mampu. Fokus pada pencapaian orang lain menghambat apresiasi terhadap proses dan kemajuan pribadi yang telah berhasil dilalui.

5. Mengabaikan Kualitas dan Kuantitas Tidur

Kurangnya waktu tidur atau kualitas tidur yang buruk secara konsisten akan melemahkan ketahanan emosional kita setiap hari. Masalah tidur yang kronis dapat memperburuk gejala kecemasan dan depresi yang mungkin sudah dirasakan sebelumnya.

6. Menghindari Perasaan Tidak Nyaman

Menekan atau mengabaikan emosi yang sulit seperti kesedihan, kemarahan, atau kekecewaan hanya akan membuat masalah semakin menumpuk di dalam diri. Emosi yang tidak dihadapi bisa bermanifestasi menjadi stres kronis atau bahkan keluhan fisik yang muncul tanpa sebab jelas.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore