
Ilustrasi cara menjaga kesabaran./(freepik)
JawaPos.com - Kesabaran setipis tisu, kalimat yang sering disebutkan ketika seseorang tergesa-gesa dan tidak mampu menunggu suatu hal dalam waktu yang cukup lama. Padahal kenyataannya, tidak semua hal bisa kita dapatkan saat itu juga.
Dikutip dari laman UIN Jakarta pada Kamis (08/05) di dunia yang serba cepat dan instan ini, kesabaran adalah hal yang paling berharga.
Dalam sabar, kita belajar untuk menerima bahwa tidak semua hal bisa dikendalikan, dan setiap proses membutuhkan waktu.
Kita berhenti sejenak bukan karena menyerah, tapi sebatas merefleksikan diri untuk memahami, merenung, dan menemukan kedamaian dalam perjalanan hidup.
Pada akhirnya, dunia mungkin akan terus berlari dengan kecepatan yang semakin tinggi, tapi kita selalu memiliki pilihan untuk melambat.
Dilansir dari laman Asuransi Aswata pada Kamis (08/05) inilah 6 hal yang perlu dilakukan untuk memiliki tingkat kesabaran yang lebih tinggi di tengah dunia serba instan :
1. Menjadi orang yang proaktif, bukan reaktif
Reaktif berarti merespon segala sesuatu dengan cepat. Misalnya ketika seseorang berada di bus dan dipadati penumpang, lalu ada yang tidak sengaja menginjak sepatu barunya, dan akhirnya dia langsung marah, kemudian orang yang menginjak tersebut langsung merespon dengan amarah lagi karena telah menerima kata-kata kurang menyenangkan.
Berbeda dengan reaktif, proaktif adalah kebalikannya, yang artinya dapat menunda merespon. Misalnya saat seseorang melihat sebuah masalah, dia tidak buru- buru merespon fakta tersebut. Indra yang dimiliki akan memberi jeda untuk merespon dengan cara berpikir sejenak dan mencari tahu penyebabnya.
2. Membedakan kepentingan
Dalam hidup, ada banyak hal yang mengajarkan kita untuk tetap sabar, tapi ada juga yang mengijinkan kita untuk tidak boleh sabar dan justru harus marah dan bereaksi tegas. Misalnya saat ada orang yang menyakiti pasangan kita, padahal pasangan kita tidak melakukan kesalahan apapun.
Nah disini penting sekali buat kamu bisa membedakan hal yang penting dan tidak penting untuk marah dan bawa perasaan. Misalnya saat di sosial media ada yang menghina idolamu dengan bahasa kasar, maka kamu tidak perlu bereaksi berlebihan. Sebaliknya, kamu hanya perlu bersabar dan mengingatkan orang tersebut untuk menggunakan bahasa yang lebih sopan.
3. Belajar dari orang-orang yang sabar
Ketika kamu melihat orang yang jauh lebih sabar, maka seketika hati akan tersentuh dan mengaguminya. Meskipun sedikit tampak mustahil dilakukan oleh diri sendiri, tapi setidaknya ada contoh yang membuat kita berpikir "tidak sendirian".
4. Tarik napas saat emosi negatif mulai memuncak

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
