Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 9 Mei 2025 | 13.24 WIB

Seni Melatih Kesabaran: 6 Hal yang Perlu Dilakukan untuk Memiliki Kesabaran yang Lebih Tinggi di Tengah Dunia Serba Instan

Ilustrasi cara menjaga kesabaran./(freepik) - Image

Ilustrasi cara menjaga kesabaran./(freepik)

JawaPos.com - Kesabaran setipis tisu, kalimat yang sering disebutkan ketika seseorang tergesa-gesa dan tidak mampu menunggu suatu hal dalam waktu yang cukup lama. Padahal kenyataannya, tidak semua hal bisa kita dapatkan saat itu juga.

Dikutip dari laman UIN Jakarta pada Kamis (08/05) di dunia yang serba cepat dan instan ini, kesabaran adalah hal yang paling berharga.

Dalam sabar, kita belajar untuk menerima bahwa tidak semua hal bisa dikendalikan, dan setiap proses membutuhkan waktu.

Kita berhenti sejenak bukan karena menyerah, tapi sebatas merefleksikan diri untuk memahami, merenung, dan menemukan kedamaian dalam perjalanan hidup.

Pada akhirnya, dunia mungkin akan terus berlari dengan kecepatan yang semakin tinggi, tapi kita selalu memiliki pilihan untuk melambat.

Dilansir dari laman Asuransi Aswata pada Kamis (08/05) inilah 6 hal yang perlu dilakukan untuk memiliki tingkat kesabaran yang lebih tinggi di tengah dunia serba instan :

1. Menjadi orang yang proaktif, bukan reaktif

Reaktif berarti merespon segala sesuatu dengan cepat. Misalnya ketika seseorang berada di bus dan dipadati penumpang, lalu ada yang tidak sengaja menginjak sepatu barunya, dan akhirnya dia langsung marah, kemudian orang yang menginjak tersebut langsung merespon dengan amarah lagi karena telah menerima kata-kata kurang menyenangkan.

Berbeda dengan reaktif, proaktif adalah kebalikannya, yang artinya dapat menunda merespon. Misalnya saat seseorang melihat sebuah masalah, dia tidak buru- buru merespon fakta tersebut. Indra yang dimiliki akan memberi jeda untuk merespon dengan cara berpikir sejenak dan mencari tahu penyebabnya.

2. Membedakan kepentingan

Dalam hidup, ada banyak hal yang mengajarkan kita untuk tetap sabar, tapi ada juga yang mengijinkan kita untuk tidak boleh sabar dan justru harus marah dan bereaksi tegas. Misalnya saat ada orang yang menyakiti pasangan kita, padahal pasangan kita tidak melakukan kesalahan apapun.

Nah disini penting sekali buat kamu bisa membedakan hal yang penting dan tidak penting untuk marah dan bawa perasaan. Misalnya saat di sosial media ada yang menghina idolamu dengan bahasa kasar, maka kamu tidak perlu bereaksi berlebihan. Sebaliknya, kamu hanya perlu bersabar dan mengingatkan orang tersebut untuk menggunakan bahasa yang lebih sopan.

3. Belajar dari orang-orang yang sabar

Ketika kamu melihat orang yang jauh lebih sabar, maka seketika hati akan tersentuh dan mengaguminya. Meskipun sedikit tampak mustahil dilakukan oleh diri sendiri, tapi setidaknya ada contoh yang membuat kita berpikir "tidak sendirian".

4. Tarik napas saat emosi negatif mulai memuncak

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore