Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 28 April 2025 | 19.47 WIB

Orang yang Jarang Mencoba Kuliner Lokal Saat Traveling Biasanya Memiliki 7 Perilaku Ini, Menurut Psikologi

Ilustrasi seseorang yang mencoba kuliner lokal saat traveling. (Freepik). - Image

Ilustrasi seseorang yang mencoba kuliner lokal saat traveling. (Freepik).


JawaPos.com - Melakukan perjalanan tidak hanya tentang mengunjungi tempat-tempat baru, tetapi juga tentang meresapi budaya lokal, dan salah satu cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan mencoba kuliner khas daerah tersebut. 
 
Namun, tidak semua orang menyambut pengalaman ini dengan antusias. Beberapa orang justru enggan mencoba makanan lokal meski sedang berada di tempat yang baru.

Lalu, mengapa ada orang yang memilih untuk tidak mencoba kuliner lokal saat berwisata? Menurut psikologi, ada beberapa alasan yang mendasarinya. Dilansir dari Geediting pada Senin (28/4), berikut ini adalah tujuh perilaku yang umum dijumpai pada orang yang jarang mencoba kuliner lokal ketika traveling.

1. Takut dengan Hal yang Tidak Dikenal

Berada di luar zona nyaman sering kali membuat seseorang merasa cemas, apalagi jika berkaitan dengan makanan yang belum pernah dicoba sebelumnya. Ketakutan akan hal yang tidak dikenal sering kali menjadi alasan utama bagi sebagian orang untuk menghindari makanan lokal. 

Makanan yang sudah biasa dikonsumsi, seperti fast food atau hidangan internasional, memberikan rasa aman dan mengurangi kecemasan. Mereka cenderung merasa lebih nyaman mengonsumsi makanan yang sudah dikenalnya, menghindari risiko merasa tidak cocok atau bahkan mengalami reaksi negatif terhadap makanan tersebut.

2. Kebutuhan untuk Mengontrol Situasi

Beberapa orang memiliki kebutuhan yang kuat untuk mengontrol setiap aspek perjalanan mereka, termasuk pilihan makanannya. Mereka lebih memilih untuk makan di tempat-tempat yang menawarkan makanan yang sudah familiar, daripada mencoba masakan lokal yang mungkin terasa asing. 

Kebiasaan ini bisa berkaitan dengan kebutuhan psikologis untuk merasa aman dan terorganisir, sehingga mereka merasa lebih baik dengan memilih makanan yang mereka tahu pasti rasanya.

3. Pengaruh Masa Kecil

Cara seseorang memilih makanan juga dipengaruhi oleh pola makan yang diterapkan saat mereka kecil. Jika tumbuh di keluarga yang jarang mengenalkan makanan baru, kebiasaan makan ini cenderung terbawa hingga dewasa. 

Ketika bepergian ke tempat baru, mereka lebih memilih untuk makan makanan yang sudah dikenal daripada mencoba hidangan yang mungkin tidak sesuai dengan selera atau kebiasaan mereka.

4. Sensitivitas terhadap Rasa dan Bau

Beberapa orang memiliki sensitivitas yang lebih tinggi terhadap rasa dan bau makanan. Orang-orang ini, yang sering kali disebut sebagai “super smellers,” cenderung menghindari makanan dengan bau yang kuat atau rasa yang tajam, yang sering kali ditemukan pada kuliner lokal

Sensitivitas ini membuat mereka lebih memilih makanan yang lebih netral atau tidak terlalu beraroma. Meskipun mereka tidak bermaksud menolak budaya kuliner setempat, keterbatasan indera mereka membuat mereka lebih memilih untuk tidak mencoba makanan yang mungkin mengganggu indera penciuman dan pengecap mereka.

5. Kenyamanan dengan Hal yang Familiar

Saat berada di tempat yang jauh dari rumah, terkadang orang mencari kenyamanan dalam hal yang sudah dikenal, termasuk dalam pilihan makanan. Makanan yang sudah biasa dimakan memberi rasa familiar dan normalitas di tengah perbedaan budaya yang ada. 

Ini bukan berarti mereka tidak tertarik dengan kuliner lokal, melainkan mereka merasa lebih nyaman dan aman dengan memilih makanan yang sudah mereka kenal.

6. Ketakutan akan Keputusan yang Salah

Terkadang, banyak pilihan makanan di tempat yang baru malah membuat seseorang merasa cemas dan bingung memilih. Ketakutan untuk membuat pilihan yang salah dan merasa menyesal dapat menyebabkan seseorang memilih makanan yang sudah mereka tahu daripada mengambil risiko mencoba sesuatu yang baru. 

Hal ini menciptakan semacam kecemasan dalam membuat keputusan yang sering kali berujung pada keputusan untuk menghindari makanan lokal sama sekali.

7. Pembatasan Diet atau Alergi

Terakhir, ada juga faktor pembatasan diet atau alergi yang bisa membuat seseorang memilih untuk tidak mencoba kuliner lokal. Beberapa orang mungkin memiliki alergi makanan tertentu atau mengikuti pola makan yang sangat spesifik, yang membatasi pilihan makanan mereka. 

Dalam hal ini, mereka lebih memilih untuk tetap makan makanan yang sudah dipastikan aman dan sesuai dengan kebutuhan tubuh mereka, meskipun itu berarti melewatkan kesempatan untuk mencoba kuliner lokal.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore