Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 26 April 2025 | 01.35 WIB

7 Ciri Orang yang Memiliki Ratusan Email yang Belum Terbaca di Kotak Masuknya Menurut Psikologi

Ilustrasi tujuh ciri umum dari orang-orang yang menjalani hidup dengan kotak masuk email yang selalu penuh. - Image

Ilustrasi tujuh ciri umum dari orang-orang yang menjalani hidup dengan kotak masuk email yang selalu penuh.

JawaPos.com - Menurut psikologi, ada korelasi menarik antara ciri kepribadian seseorang dengan keadaan kotak masuk emailnya.

Untuk sebagian orang, keadaan ini mungkin tampak membingungkan, namun, bagi sebagian yang lain, itu hanyalah sebuah kebiasaan di kantor.

Ciri kepribadian tertentu dapat mengisyaratkan mengapa seseorang mungkin memiliki kotak masuk yang penuh. Ini bukan berarti mereka orang yang buruk.

Dilansir dari Geediting, inilah tujuh ciri umum dari orang-orang yang menjalani hidup dengan kotak masuk email yang selalu penuh.

1. Orang yang suka menunda-nunda

Bukan rahasia lagi bahwa beberapa di antara kita memiliki kebiasaan menunda-nunda. Menurut para psikolog, menunda-nunda bukan hanya soal kemalasan. Ini lebih tentang pengaturan emosi kita .

Banyak orang yang sering menunda tugas menyebabkan mereka stres atau tidak nyaman, dengan harapan dapat menghindari perasaan negatif tersebut. Dr. Joseph Ferrari, seorang psikolog dan peneliti terkenal tentang penundaan, berkata, “Semua orang menunda-nunda, tetapi tidak semua orang adalah penunda.”

Bila kotak masuk Anda penuh, itu bisa menjadi tanda klasik seseorang yang suka menunda-nunda. Menghadapi ratusan email yang belum terbaca bisa terasa memberatkan, menyebabkan orang menunda penanganannya demi tugas lain yang tampaknya lebih mudah dikelola atau menyenangkan.

2. Kekacauan secara kreatif

Buat sebagian orang, kekacauan yang terjadi adalah tanda bahwa mereka melakukan proses kreatif. Sifat ini meluas ke ruang kerja virtual kotak masuk.

Memiliki ratusan email yang belum terbaca mungkin tampak kacau, tetapi itu juga menunjukkan pola pikir yang tumbuh subur dengan spontanitas dan kreativitas.

Seperti yang pernah dikatakan David Bayles, “Menjadi seorang seniman sebagian besar terdiri dari belajar menerima diri sendiri.” Penerimaan ini dapat meluas ke kebiasaan pribadi dan profesional kita, termasuk cara kita mengelola atau, dalam hal ini, tidak mengelola email kita.

3. Ambang batas stres yang tinggi

Bagi sebagian orang, memiliki ratusan email yang belum terbaca mungkin memicu serangan panik, tetapi bagi yang lainnya, itu hanyalah hari biasa. Hal ini dapat terjadi karena ambang stres mereka yang lebih tinggi.

Dr. Albert Ellis pernah berkata, “Tahun-tahun terbaik dalam hidup Anda adalah saat Anda memutuskan bahwa masalah Anda adalah masalah Anda sendiri. Anda tidak menyalahkan ibu Anda, ekologi, atau presiden. Anda menyadari bahwa Anda mengendalikan takdir Anda sendiri.”

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore