Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 23 April 2025 | 00.47 WIB

7 Jurus Kekuatan Halus yang Digunakan oleh Orang yang Jarang Kalah Berdebat Menurut Psikologi, Salah Satunya Mendengar Lawan Secara Aktif

Ilustrasi orang yang menaikkan suara saat kalah debat.

JawaPos.com - Ada garis tipis antara memenangkan argumen dan menjadi pihak yang memegang kendali. Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa beberapa orang tampaknya selalu menang dalam perdebatan, tidak pernah kehilangan ketenangan atau kehilangan kendali? Ini bukan tentang menjadi yang paling keras kepala atau paling keras kepala.

Menurut psikologi, ini adalah tentang menggunakan gerakan kekuatan yang halus yang membuat mereka unggul tanpa membuat mereka tampak agresif atau mendominasi.

Dalam artikel ini, kita akan mempelajari 7 jurus kekuatan halus yang digunakan oleh mereka yang jarang kalah dalam berdebat.

Jadi, apakah Anda sedang mencoba untuk memenangkan debat persahabatan atau ingin meningkatkan kemampuan komunikasi Anda di dunia profesional, tips ini mungkin akan membantu Anda untuk lebih sering memimpin.

Dikutip dari geediting pada Selasa (22/4), berikut 5 tipsnya;

1) Seni mendengarkan secara aktif

Dalam panasnya sebuah argumen, mudah sekali terjebak dalam pertarungan kata-kata, karena ingin menyampaikan pendapat Anda agar didengar. Namun seberapa sering kita benar-benar mengambil langkah mundur untuk mendengarkan?

Carl Rogers, seorang psikolog Amerika yang berpengaruh, “Ketika seseorang benar-benar mendengarkan Anda tanpa menghakimi Anda, tanpa mencoba bertanggung jawab atas Anda, tanpa mencoba membentuk Anda, rasanya sangat menyenangkan!”

Mendengarkan secara aktif adalah alat yang ampuh yang digunakan oleh mereka yang jarang kalah dalam berdebat. Alih-alih hanya menunggu giliran untuk berbicara, mereka memberikan perhatian penuh kepada pembicara, memahami sudut pandang mereka sebelum merumuskan tanggapan.

Hal ini tidak hanya menunjukkan rasa hormat terhadap pendapat orang lain, namun juga memberikan dasar yang kuat untuk argumen yang konstruktif.

Dengan benar-benar memahami sudut pandang orang lain, Anda dapat menyesuaikan tanggapan Anda dengan lebih baik dan mengatasi masalah mereka secara efektif.

Jadi, lain kali jika Anda berada dalam sebuah argumen, berhentilah sejenak, dan dengarkanlah dengan saksama. Anda mungkin akan terkejut dengan betapa tindakan sederhana ini dapat mengubah keseimbangan yang menguntungkan Anda. Dan ingat, ini adalah tentang mencapai pemahaman bersama, bukan hanya memenangkan argumen.

2) Kekuatan empati dan validasi

Salah satu pengalaman pribadi saya yang benar-benar membuka mata saya tentang kekuatan empati dalam berargumen terjadi dalam sebuah rapat tim beberapa tahun yang lalu.

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore