Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 12 April 2025 | 01.11 WIB

Hati-hati, Menurut Pskologi Ini Tanda Seseorang Sedang Memanipulasi Kondisi Emosionalmu

Hati-hati, Menurut Pskologi Ini Tanda Seseorang Memanipulasi Kondisi Emosionalmu  (Freepik) - Image

Hati-hati, Menurut Pskologi Ini Tanda Seseorang Memanipulasi Kondisi Emosionalmu (Freepik)

JawaPos.com - Pernah enggak sih kamu merasa aneh saat ngobrol sama seseorang kayak kamu tiba-tiba jadi ngerasa bersalah, ragu sama diri sendiri, atau malah bingung kenapa suasana hatimu jadi berantakan? Bisa jadi, tanpa kamu sadari, kamu sedang mengalami manipulasi emosional.

Yup, ini bukan soal lebay atau baper, tapi soal bagaimana seseorang bisa “memainkan” emosi kita untuk keuntungan mereka sendiri. Masalahnya, manipulasi itu sering datang dengan cara yang halus dan enggak kelihatan berbahaya di awal. Makanya, penting banget buat tahu tanda-tandanya biar kita bisa jaga diri dan enggak terus-terusan jadi korban.

Dilansir dari Healthline, salah satu ciri manipulasi emosional yang paling sering terjadi adalah gaslighting. Ini adalah kondisi ketika seseorang membuat kamu meragukan ingatan, perasaan, atau bahkan kewarasanmu sendiri.

Misalnya, kamu yakin banget pernah ngomong sesuatu, tapi mereka bilang, “Kamu tuh terlalu drama, mana ada kamu ngomong kayak gitu,” padahal kamu jelas-jelas ingat. Kalau ini sering kejadian, hati-hati ya, itu bukan kamu yang salah, tapi dia yang sedang memanipulasi.

Tanda lain yang juga harus diwaspadai adalah guilt-tripping, alias bikin kamu merasa bersalah terus-terusan, bahkan untuk hal kecil. Contohnya, saat kamu bilang “enggak” karena butuh waktu untuk diri sendiri, dia langsung bilang,

“Oh, jadi aku enggak penting buat kamu ya?” Padahal, menjaga batasan diri itu bukan dosa, lho. Kalau kamu terus-terusan dibuat merasa bersalah demi memenuhi keinginannya, itu bisa bikin kamu lelah secara mental.

Menurut Psychcentral, manipulasi juga bisa muncul dalam bentuk silent treatment atau perlakuan diam. Ini bukan cuma marah diam-diam, tapi strategi untuk mengontrol situasi. Ketika seseorang menghindari komunikasi dengan sengaja supaya kamu merasa bersalah atau bingung, itu bisa jadi cara dia buat ‘menghukum’ kamu tanpa harus ngomong langsung.

Terakhir, hati-hati juga kalau kamu selalu jadi pihak yang “mengalah” dalam hubungan, entah itu hubungan pertemanan, asmara, atau bahkan keluarga. Jika kamu merasa dirimu mengecil, takut menyuarakan pendapat, atau selalu berusaha “memperbaiki keadaan” padahal bukan kamu yang salah, itu bisa jadi tanda kamu sedang berada dalam relasi yang tidak sehat dan penuh manipulasi.

Jadi, apa yang bisa kita lakukan? Pertama, percaya pada intuisi dan perasaanmu sendiri. Kalau kamu merasa ada yang salah, biasanya memang ada yang enggak beres. Kedua, jangan ragu untuk membuat batasan.

Kamu punya hak untuk merasa nyaman dan aman secara emosional. Kalau seseorang terus-terusan melanggar batasmu, itu bukan tanda kamu harus lebih sabar, tapi mungkin waktunya kamu mengambil jarak.

Ingat, hubungan yang sehat itu harus saling menghargai dan saling mendukung. Kalau kamu merasa terjebak dalam pola yang bikin kamu merasa buruk terus-menerus, jangan diam saja. Cerita ke orang yang kamu percaya, atau bahkan cari bantuan profesional kalau perlu. Emosi kamu itu penting, dan kamu berhak dijaga, bukan dimanipulasi. Yuk, mulai kenali tanda-tandanya dan sayangi dirimu lebih lagi!

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore