Ilustrasi menonton TV (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Pernah tidak kamu sadar TV di rumah terus menyala padahal kamu tidak benar-benar menontonnya? Entah saat kamu beberes rumah, masak, atau sekadar duduk santai sambil sibuk dengan hal lain, suara dari televisi tetap mengalir di latar belakang.
Kebiasaan ini ternyata punya dasar psikologis. Ada yang melakukannya karena ingin merasa nyaman, ada juga yang merasa seolah ditemani, dan ada pula yang tidak tahu pasti kenapa, tapi rasanya lebih enak saja begitu.
Dilansir dari laman DMNews pada Kamis (10/04), berikut ini tujuh alasan psikologis mengapa seseorang suka membiarkan televisi menyala meski tidak sedang menonton secara langsung.
1. Nyaman dengan Hal yang Familiar
Kita semua punya kebiasaan unik, dan salah satunya adalah membiarkan TV menyala walau tidak benar-benar ditonton. Ini bisa jadi karena kita merasa nyaman dengan sesuatu yang sudah akrab. Banyak dari kita tumbuh dengan suara TV sebagai latar belakang, jadi ketika kita mendengarnya, ada rasa akrab yang menenangkan. Ini menciptakan rasa keteraturan dan stabilitas, meskipun kita sedang sibuk sendiri di rumah.
Carl Jung pernah berkata, "Dalam kekacauan ada keteraturan tersembunyi." Mungkin bagi sebagian orang, suara TV adalah bentuk dari keteraturan itu.
2. Merasa Ada yang Menemani
Saat rumah sepi dan kamu lagi sendirian beres-beres, suara TV bisa bikin suasana terasa seperti nggak benar-benar sendiri. Bahkan kalau kamu nggak menontonnya, suara orang bicara di TV bisa memberi ilusi bahwa ada yang menemani.
Dalam psikologi, Abraham Maslow menyebut bahwa kebutuhan untuk merasa memiliki adalah salah satu kebutuhan dasar manusia. Suara TV bisa membantu mengisi kekosongan sosial itu, apalagi di masa-masa ketika interaksi sosial berkurang.
3. Mengalihkan dari Realita yang Berat
Pernah nggak, kamu nyalain TV cuma buat menghindari pikiran sendiri? Kadang, keheningan justru bikin pikiran jadi terlalu bising dengan kekhawatiran atau pertanyaan hidup yang berat.
TV jadi pelarian cepat, suara dan gambar yang terus mengalir bisa mengalihkan pikiran dari kegelisahan. Seperti kata Freud, emosi yang tidak diekspresikan bisa muncul kembali dengan cara yang lebih buruk. Jadi, meski bukan solusi terbaik, kadang ini jadi cara instan untuk merasa lebih baik.
4. Membentuk Rutinitas yang Konsisten
Secara alami, manusia cenderung menyukai keteraturan dalam hidupnya. Menyalakan televisi sering kali menjadi bagian dari ritual harian, seperti saat pulang kerja, menyalakan TV, lalu mulai melakukan pekerjaan rumah. Aktivitas ini bisa menjadi penanda transisi dari kesibukan di luar rumah menuju suasana yang lebih santai dan familiar di rumah.

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
