Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 30 Maret 2025 | 01.22 WIB

Orang-Orang yang Memiliki Hubungan Persaudaraan yang Renggang Biasanya Tumbuh dengan 8 Dinamika Ini Menurut Psikologi

Ilustrasi seseorang yang memiliki persaudaraan yang renggang (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Hubungan saudara kandung bisa menjadi salah satu hubungan yang paling kompleks dalam hidup seseorang. 

Ada yang tumbuh dengan persaudaraan yang erat dan penuh kasih, tetapi ada pula yang mengalami hubungan yang renggang, bahkan penuh konflik. 

Dalam banyak kasus, hubungan persaudaraan yang tidak harmonis tidak terjadi begitu saja. Ada dinamika tertentu dalam keluarga yang membentuk pola interaksi mereka sejak kecil.

Dilansir dari Geediting pada Sabtu (29/3), menurut psikologi, berikut adalah 8 dinamika yang biasanya dialami oleh orang-orang yang memiliki hubungan persaudaraan yang renggang saat dewasa.

Persaingan antar saudara adalah hal yang wajar, tetapi jika orang tua sering membandingkan anak-anak mereka atau mendorong kompetisi yang berlebihan, ini dapat menyebabkan permusuhan yang bertahan hingga dewasa. 

Ketika satu anak merasa lebih disukai atau lebih dihargai daripada yang lain, saudara kandung bisa mulai melihat satu sama lain sebagai rival, bukan sebagai sekutu.

Misalnya, jika orang tua lebih sering memuji pencapaian akademik salah satu anak tetapi mengabaikan bakat anak lainnya, ini bisa menciptakan rasa tidak adil yang tumbuh menjadi kebencian.

2. Kurangnya Komunikasi dan Keterbukaan dalam Keluarga

Keluarga yang tidak memiliki kebiasaan berkomunikasi secara terbuka sering kali menghasilkan hubungan saudara yang renggang. 

Jika sejak kecil anak-anak tidak diajarkan untuk mengekspresikan perasaan mereka dengan sehat, mereka bisa tumbuh menjadi individu yang sulit memahami satu sama lain.

Misalnya, jika ada konflik kecil di antara saudara tetapi tidak pernah diselesaikan dengan diskusi yang baik, maka perasaan negatif bisa menumpuk dan akhirnya menciptakan jarak emosional di antara mereka.

3. Peran yang Kaku dalam Keluarga

Dalam banyak keluarga, anak-anak sering diberikan "peran" tertentu, seperti "anak yang bertanggung jawab," "si pembuat onar," atau "si anak emas." 

Ketika peran-peran ini terlalu kaku dan tidak berubah seiring waktu, itu bisa menyebabkan kebencian dan ketidakpuasan di antara saudara kandung.

Contohnya, seorang anak yang selalu dipaksa menjadi yang bertanggung jawab mungkin merasa lelah karena harus mengurus saudara-saudaranya, sementara saudara yang lain merasa diabaikan atau kurang dihargai.

4. Orang Tua yang Bersikap Pilih Kasih

Salah satu penyebab utama renggangnya hubungan persaudaraan adalah orang tua yang secara terang-terangan memperlakukan anak-anak mereka secara berbeda. 

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore