Ilustrasi dua orang yang saling berkomunikasi menggunakan bahasa tubuh (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Bahasa tubuh memainkan peran penting dalam komunikasi. Bahasa tubuh dapat memberikan penekanan atau konteks yang jelas bagi lawan bicara kita. Namun, jika terlalu fokus mengatur gerakan tubuh, kita justru bisa terlihat kurang alami atau bahkan tidak jujur.
Kesalahpahaman dapat terjadi ketika gerakan tubuh kita tidak sesuai dengan maksud yang ingin disampaikan. Dilansir dari laman verywellmind, berikut ini beberapa kesalahan bahasa tubuh lainnya yang perlu diperhatikan.
1. Menyilangkan Tangan atau Kaki
Menyilangkan tangan adalah kebiasaan umum, terutama saat seseorang merasa nyaman. Namun, banyak orang yang menafsirkannya sebagai tanda bosan, serius, atau bahkan tidak sabar. Bahasa tubuh ini juga bisa memberikan kesan menutup diri dari lawan bicara.
Jika ingin menyilangkan tangan karena kedinginan, ada baiknya mengatakannya secara langsung. Ini bisa membantu mengurangi kesan dingin atau defensif yang mungkin ditangkap oleh orang lain.
2. Gelisah atau Gerakan Gugup
Gelisah bisa terjadi tanpa disadari, baik karena gugup, bosan, atau energi berlebih. Kebiasaan seperti mengetuk jari, memutar rambut, atau terus-menerus membetulkan sesuatu bisa memberi kesan bahwa anda tidak fokus atau tidak nyaman.
Namun, penting juga untuk memahami bahwa bagi sebagian orang, kebiasaan tersebut bisa menjadi cara untuk menenangkan diri. Bagi mereka, hal tersebut bukanlah tanda ketidaksopanan, melainkan cara mereka menjaga ketenangan diri.
3. Mengalihkan Pandangan atau Terlalu Sering Melihat Handphone
Menghindari tatapan saat berbicara bisa membuat lawan bicara bertanya-tanya apakah anda tidak tertarik, cemas, atau sedang berbohong.
"Mata adalah alat komunikasi yang kuat, dan jika kita menghindarinya, kita bisa menciptakan jarak emosional yang membuat percakapan terasa hampa," ucap Patricia Dixon, seorang psikolog klinis berlisensi dan penulis di Tampa Bay, Florida.
Sementara itu, kebiasaan mengambil ponsel di tengah obrolan mungkin terasa wajar, tetapi tetap bisa memberi kesan bahwa kita tidak benar-benar peduli dengan percakapan yang sedang berlangsung.
4. Meletakkan Kepala di Tangan
Kebiasaan menopang kepala dengan tangan di pipi atau dagu saat mendengarkan sering kali dianggap sebagai hal biasa. Namun, dalam situasi profesional, ini bisa menjadi masalah.

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
