
Ilustrasi kebohongan dari sudut pandang neurosains (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Kebohongan adalah fenomena kompleks yang melibatkan berbagai aspek evolusi, neurologi, dan psikologi manusia. Memahami mekanisme di balik perilaku ini dapat memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana otak kita bekerja saat kita tidak berkata jujur.
Mengapa Kita Berbohong?
Dilansir dari Mind Lab Neuroscience, secara evolusioner, kemampuan untuk berbohong mungkin telah berkembang sebagai mekanisme bertahan hidup. Manusia purba mungkin menggunakan kebohongan untuk menghindari predator atau bersaing memperebutkan sumber daya.
Seiring berjalannnya waktu, kebohongan menjadi alat untuk mengatur, atau mengendalikan pola hubungan sosial dan menjadikannya bagian yang umum dalam proses sosialisasi manusia.
Apa yang Terjadi di Otak saat Kita Berbohong?
Berbohong adalah proses yang kompleks yang melibatkan beberapa bagian otak berikut ini:
Korteks Prefrontal: Bagian otak ini bertanggung jawab atas pengambilan keputusan dan pengendalian diri. Saat kita berbohong, aktivitas di area ini meningkat karena kita harus menekan respons jujur dan membuat cerita palsu.
Amygdala: Terlibat dalam pengolahan emosi seperti rasa takut dan cemas. Saat pertama kali berbohong, amygdala akan aktif, menimbulkan perasaan tidak nyaman. Namun, jika kebohongan terus berlanjut, respons emosional ini bisa menurun, membuat kebohongan menjadi lebih mudah dilakukan karen menjadi respons yang normal.
Penelitian menunjukkan bahwa semakin sering seseorang berbohong, semakin berkurang respons emosional otak terhadap kebohongan tersebut. Ini berarti, seiring waktu, berbohong bisa menjadi lebih mudah dan kurang menimbulkan rasa bersalah.
Kebohongan dalam Konteks Sosial
Dalam konteks sosial, kebohongan sering digunakan untuk menjaga harmoni atau menghindari konflik. Namun, kebohongan juga dapat merusak kepercayaan dan hubungan antarindividu.
Memahami mekanisme otak saat berbohong membantu kita menyadari betapa kompleksnya perilaku manusia dan pentingnya kejujuran dalam membangun hubungan yang sehat. Di sisi lain, kita dapat lebih bijak dalam menilai perilaku kita sendiri dan orang lain, serta memahami dampaknya.

BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Pembagian Grup Liga 2 2026/2027 Berubah, PSIS Semarang dan Persiku Kudus Geser ke Wilayah Barat
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
PP Muhammadiyah Minta MBG Dihentikan Sementara, Sebut Mudaratnya Lebih Banyak
Momen Republik Ceko dan Afrika Selatan Harus Puas Bermain Imbang 1-1
