Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 10 Maret 2025 | 14.04 WIB

Orang yang Tumbuh dengan Orang Tua yang Tidak dapat Diandalkan Secara Emosional Sering Kali Berjuang dengan 7 Perilaku Ini di Masa Dewasa

Ilustrasi wanita dewasa dengan masa kecil kurang kasih sayang sulit untuk percaya pada orang lain. (Freepik).

JawaPos.com - Anda tahu bagaimana mereka mengatakan bahwa apel tidak jatuh jauh dari pohonnya? Terkadang saya bertanya-tanya apakah itu benar.

Ketika saya tumbuh dewasa, orang tua saya secara emosional tidak dapat diprediksi. Suatu hari mereka penuh dengan cinta dan kehangatan, di hari berikutnya mereka menjadi jauh dan dingin. Rasanya seperti hidup di atas roller coaster emosional.

Melihat ke belakang sekarang, jelas bahwa ketidakstabilan emosi mereka memiliki dampak yang mendalam pada perilaku saya sendiri sebagai orang dewasa. Seperti cetak biru yang salah, saya mendapati diri saya bergulat dengan beberapa kebiasaan yang dapat saya telusuri kembali ke masa kecil saya.

Dan kau tahu apa? Saya tidak sendirian dalam hal ini.

Banyak orang yang tumbuh dengan orang tua yang tidak dapat diandalkan secara emosional menghadapi perjuangan yang sama di masa dewasa. Mereka sering bergumul dengan perilaku tertentu yang bisa jadi menantang untuk dinavigasi dan sulit untuk dipahami.

Dikutip dari geediting pada Senin (10/3), berikut 5 perilaku yang mungkin Anda kenali dalam diri Anda sendiri atau orang lain.

1) Kesulitan mempercayai orang lain

Mari kita mulai dengan kepercayaan, bukan?

Anda tahu, tumbuh dengan orang tua yang tidak dapat diandalkan secara emosional sering kali terasa seperti mencoba membangun menara di atas pasir yang bergeser. Tidak stabil, tidak dapat diprediksi, dan benar-benar dapat menggoyahkan kepercayaan Anda pada orang lain.

Ketidakpastian ini dapat terbawa hingga dewasa, yang mengarah pada perjuangan nyata dengan kepercayaan.

Anda mungkin mendapati diri Anda mempertanyakan niat orang lain, bahkan ketika mereka tidak memberi Anda alasan untuk meragukan mereka. Atau Anda mungkin merasakan kebutuhan naluriah untuk melindungi diri sendiri, membangun tembok dan menjaga jarak dengan orang lain.

Ini bukan tentang menjadi paranoid atau sinis. Ini hanyalah perilaku yang dipelajari - mekanisme bertahan hidup dari masa ketika dasar emosional di bawah kaki Anda terus berubah.

Kabar baiknya adalah memahami kecenderungan ini adalah langkah pertama menuju perubahan. Menyadari bahwa masalah kepercayaan Anda berasal dari pengalaman masa lalu dan bukan dari kenyataan saat ini dapat membantu Anda mulai melepaskan pertahanan yang tidak perlu dan membangun hubungan yang lebih sehat.

Lagipula, hanya karena fondasinya goyah, bukan berarti seluruh bangunan akan runtuh, bukan?

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore