Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 6 Maret 2025 | 17.41 WIB

Menurut Psikologi: 8 Tanda Bahwa Seseorang Hanya Bertahan Hidup, Bukan Benar-benar Hidup, Apa Perbedaannya?

Ilustrasi orang yang hanya bertahan hidup. (Pexels.com/AlexGreen) - Image

Ilustrasi orang yang hanya bertahan hidup. (Pexels.com/AlexGreen)

JawaPos.com - Hidup memang tidak lepas dari masalah dan ujian, terkadang semuanya terasa sesak dan sering kali merasa bahwa diri ini sudah tidak sanggup lagi menghadapinya.

Namun mengakhiri hidup juga bukan jalan keluar yang baik, kita hanya perlu bertahan hingga waktu kematian itu tiba dan tugas di dunia ini sudah selesai. 

Dilansir dari laman Global English Editing pada Kamis (06/03) menurut psikologi, terdapat 8 tanda bahwa seseorang hanya bertahan hidup dan bukan benar-benar hidup :

1. Merasa sama setiap harinya

Ketika kamu hanya bertahan hidup, setiap harinya akan terasa sama. Seperti bangun, pergi bekerja, menangani tanggung jawab, dan mengulanginya tanpa banyak kegembiraan atau variasi.

Psikologi menyebut ini "kehidupan autopilot." Itu terjadi ketika otak berhenti terlibat secara aktif dengan pengalaman karena semuanya terasa rutin.

Namun di sisi lain, sebetulnya hidup akan membawa rasa kehadiran dan kesadaran. Kamu dapat melihat kegembiraan kecil, mencoba hal-hal baru, dan benar-benar merasa terhubung dengan kehidupan sehari-hari.

2. Terus-menerus menunggu akhir pekan 

Senin sampai Jumat terasa seperti sesuatu yang berat untuk dilakukan. Tetapi bahkan ketika akhir pekan tiba, itu tidak pernah terasa cukup.

Psikolog menyebut ini "kecanduan tujuan" kebiasaan selalu melihat ke depan untuk istirahat berikutnya, liburan, atau peristiwa besar dalam hidup alih-alih menikmati saat ini, dan itu adalah tanda bahwa kamu bertahan hidup, tidak benar-benar hidup.

Ketika benar-benar terlibat dalam kehidupan, bahkan saat-saat biasa pun terasa bermakna. Kamu tidak hanya menghitung mundur ke hari Jumat, tapi menemukan kegembiraan di hari Selasa atau Kamis sore.

3. Tidak ingat kapan terakhir kali bersenang-senang

Ketika hidup menjadi tentang tanggung jawab, kesenangan sering kali menjadi hal pertama yang harus dilakukan. Hobi, petualangan, atau bahkan momen-momen sederhana mulai terasa seperti kemewahan bukan kepentingan.

Tetapi penelitian menunjukkan bahwa terlibat dalam kegiatan yang menyenangkan bukan hanya tambahan yang bagus untuk hidup, tapi sebenarnya sangat penting untuk kesejahteraan mental. 

Orang-orang yang secara teratur meluangkan waktu untuk hobi dan kegiatan rekreasi memiliki tingkat stres yang lebih rendah, kesehatan mental yang lebih baik, dan bahkan meningkatkan fungsi kognitif seiring bertambahnya usia.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore