Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 11 Juni 2026 | 23.22 WIB

Pangdam Mandala Trikora Bantah Keterlibatan TNI Terkait Dugaan Penculikan Mama Sinta

Tokoh perempuan adat dan pejuang lingkungan dari Merauke, Papua Selatan, Yasinta Moiwend alias Mama Sinta (Antara/HO istimewa) - Image

Tokoh perempuan adat dan pejuang lingkungan dari Merauke, Papua Selatan, Yasinta Moiwend alias Mama Sinta (Antara/HO istimewa)

JawaPos.com - Pangdam XXIV/Mandala Trikora, Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia, menegaskan bahwa TNI tidak terlibat dalam isu dugaan penculikan aktivis lingkungan Yasinta Moiwend atau Mama Sinta yang belakangan ramai diperbincangkan publik. Ia menyebut, informasi yang berkembang di masyarakat tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

"Saya jamin itu bukan perbuatan TNI. Tidak ada penculikan seperti yang ramai diberitakan," kata Mayjen Frits Wilem Rizard kepada wartawan, Kamis (11/6).

Menurutnya, klarifikasi paling penting justru berasal dari Mama Yasinta sendiri sebagai pihak yang mengalami langsung peristiwa tersebut. Berdasarkan pengakuannya, tidak pernah terjadi tindakan penculikan maupun pemaksaan.

"Yang mengalami itu Mama Yasinta. Dan pengakuannya jelas, tidak ada penculikan. Ia dalam kondisi aman dan sehat," ujarnya.

Frits juga membantah berbagai spekulasi yang menyebut adanya keterlibatan aparat, termasuk isu penggunaan pesawat tertentu dalam proses keberangkatan Mama Yasinta. Ia menilai informasi tersebut tidak berdasar dan perlu diluruskan agar tidak menyesatkan masyarakat.

“Isu dibawa dengan pesawat tertentu itu tidak benar. Itu spekulasi yang tidak sesuai fakta,” tegasnya.

Ia menambahkan, hingga kini tidak ada laporan dari jajaran TNI di lapangan terkait tindakan di luar prosedur terhadap warga sipil, termasuk dalam kasus yang menyeret Mama Yasinta.

Menurutnya, berkembangnya isu tersebut dipicu minimnya konfirmasi langsung kepada pihak terkait, sehingga memunculkan asumsi yang berpotensi memperkeruh situasi di tengah masyarakat.

"Kalau tidak ada yang bertanya langsung atau mengonfirmasi, lalu muncul asumsi seolah-olah TNI terlibat, ini yang harus diluruskan,” tuturnya.

Ia pun mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar dan tidak mudah percaya pada narasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore