Permadi Arya atau Abu Jand.(Istimewa).
JawaPos.com - Ikatan Keluarga Minang (IKM) resmi melaporkan Permadi Arya alias Abu Janda. Laporan yang dibuat pada Selasa (26/5) tersebut tertuang dalam laporan kepolisian bernomor LP/B/230/V/2026/SPKT/Bareskrim Polri. Abu Janda dilaporkan atas dugaan melakukan ujaran kebencian bermuatan Suku, Agama, Ras, dan Antar-golongan (SARA).
Wakil Ketua Bidang Hukum dan HAM DPP IKM Defrizal Djamaris menyampaikan bahwa pihaknya mewakili masyarakat Sumatera Barat (Sumbar) dan etnis Minangkabau. Laporan itu dibuat setelah Abu Janda melontarkan kata-kata yang dinilai melukai masyarakat Sumbar. Yakni menyebut Sumbar sebagai daerah intoleran dan masyarakatnya barbar.
”Dasar laporan ini adalah pidato yang diduga dilakukan di suatu tempat, di depan suatu tempat ibadah yang kemungkinan besar berada di luar negeri, kemungkinan ada di Amerika Serikat kalau nggak salah di Philadelphia,” kata Defrizal.
Dalam laporan tersebut, IKM turut menyertakan barang bukti berupa video pada akun media sosial (medsos) TikTok. Menurut dia, dalam video itu pernyataan yang dilontarkan oleh Abu Janda jelas menyebut Sumbar sebagai daerah intoleran di Indonesia yang masyarakatnya barbar.
”Di situ disebutkan bahwa masyarakat daerah yang intoleran itu Sumbar, Jabar, itu (daerah) yang ada barbar di belakangnya itu dianggap masyarakat barbar, seolah itu orang barbar di sana,” ujarnya.
Defrizal mengungkapkan bahwa dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) barbar berarti tidak beradab, kejam, dan manusia yang tidak berperadaban. Menurut dia, pernyataan tersebut telah melukai perasaan masyarakat Sumbar secara umum. Karena itu, pihaknya langsung mengambil langkah tegas dengan membuat laporan kepolisian.
”Kami spesifik untuk masyarakat Sumatera Barat, etnis Minangkabau. Pada hari ini kami dari DPP Ikatan Keluarga Minang mengajukan laporan polisi secara resmi kepada terduga yaitu saudara yang bernama Permadi Arya alias Abu Janda,” tegasnya.
Pada laporan tersebut, Abu Janda diduga telah melakukan pelanggaran hukum atas Pasal 242 Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 2023 KUHP tentang penyebaran informasi yang menimbulkan ujaran kebencian terhadap kelompok tertentu. Pihaknya berharap agar Bareskrim Polri mengusut tuntas kasus tersbeut.
”Ini menurut kami sangat menusuk hati dan kalbu masyarakat suku Minangkabau yang mana masyarakat suku Minangkabau berlandaskan pada asas falsafah adat yang tinggi,” imbuhnya.

Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Analisis Prediksi Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Kans Besar Three Lions Lolos ke Semifinal!
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Tak Singgung Pengunduran Diri, Ini 6 Poin Pernyataan Jampidsus Febrie Adriansyah Usai Rumahnya Digeledah Polisi
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: Tembok Tebal La Roja Bakal Sulitkan Setan Merah!
Rekor 12 Pertemuan Norwegia vs Inggris: Three Lions Superior, Mampukah Erling Haaland Cs Mematahkan Dominasi?
Sepak Bola Indonesia Berduka, Tokoh Suporter Persebaya Surabaya Andie Peci Meninggal Dunia
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
