
Kapolri Listyo Sigit Prabowo saat buka puasa bersama Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia di Jakarta Pusat, Kamis (12/3). (Mabes Polri)
JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto memberikan perintah langsung kepada Kapolri Listyo Sigit Prabowo untuk mengusut tuntas penyerangan terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Penyerangan terhadap Andrie Yunus terjadi pada Kamis (12/3) malam.
“Saya telah mendapatkan perintah langsung dari Bapak Presiden untuk melaksanakan pengusutan tuntas secara profesional, transparan, dan tentunya langkah-langkah yang kita lakukan tetap mengedepankan scientific crime investigation,” kata Listyo dalam konferensi pers, Minggu (15/3).
Polri menggunakan metode penyidikan scientific crime investigation atau penyidikan berbasis ilmiah yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan serta teknologi forensik untuk mencari kebenaran objektif. Metode ini mengutamakan bukti fisik dan analisis ahli, seperti laboratorium forensik, DNA, analisis digital, dan kedokteran forensik, dibandingkan sekadar keterangan saksi atau tersangka.
Listyo menyatakan, saat ini Polri tengah mengumpulkan berbagai informasi terkait kasus tersebut. Setiap informasi yang diperoleh sedang didalami secara bertahap.
Selain itu, Polri juga berencana membuka Posko Pengaduan agar masyarakat yang memiliki informasi dapat menyampaikan laporan secara langsung.
“Nanti akan kita bimbing. Yang jelas seluruh informasi yang diberikan oleh masyarakat, kita akan memberikan jaminan perlindungan,” ujar Listyo.
Listyo menambahkan, jajarannya akan terus bekerja dan secara berkala menyampaikan perkembangan penyelidikan kepada publik.
Baca Juga:Manchester United Tampil Garang Bersama Carrick, Ratcliffe Masih Tahan Keputusan Pelatih Tetap
“Karena memang ini menjadi perhatian serius dari Bapak Presiden,” tegasnya.
Sebelumnya, Polri juga telah memeriksa sejumlah saksi serta mengumpulkan rekaman kamera pengawas (CCTV). Langkah ini dilakukan untuk mempercepat pengungkapan pelaku.
“Pengumpulan berbagai alat bukti digital, termasuk CCTV, saat ini sedang dalam proses analisis lebih lanjut. Harapannya pelaku dapat segera teridentifikasi,” ucap Kepala Divisi Humas Polri Johnny Eddizon Isir di Jakarta, Jumat (13/5).
Ia menyebutkan, hingga kini sudah ada dua saksi yang dimintai keterangan. Polisi memastikan proses pengusutan kasus tersebut akan terus berlanjut.
