
Mantan Staf Khusus (Stafsus) Menteri Agama (Menag) Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex rampung menjalani pemeriksaan sebagai saksi, kasus dugaan korupsi kuota haji di Gedung Merah Putih KPK.
JawaPos.com-Mantan Staf Khusus (Stafsus) Menteri Agama (Menag) Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex rampung menjalani pemeriksaan sebagai saksi, kasus dugaan korupsi kuota haji di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (26/1). Gus Alex memilih irit bicara saat diberondong awak media terkait materi pemeriksaan dirinya oleh penyidik KPK.
Gus Alex yang keluar dari Gedung KPK pada pukul 17.28 WIB itu menyerahkan sepenuhnya materi pemeriksaan kepada penyidik KPK. Ia tidak banyak memberikan komentar pada awak media saat meninggalkan lokasi pemeriksaan. "Tanya penyidik aja!," seru Gus Alex sambil berjalan meninggalkan Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin.
Sementara, saat disinggung soal status tersangka dan proses penahanan yang bakal dijalani, ia memilih bungkam seribu bahasa sambil berlalu. Orang dekat mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas itu tidak banyak melontarkan pernyataan.
Meskipun sejumlah awak media terus mencecar pertanyaan, Gus Alex tetap memilih diam. Ia tampak menghindari konfirmasi soal kasus korupsi kuota haji yang menjeratnya.
Pemeriksaan Gus Alex pada hari ini dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan bos Maktour Travel, Fuad Hasan Masyhur. Hingga pukul 17.53 WIB, Fuad Hasan masih menjalani rangkaian pemeriksaan sejak pukul 10.03 WIB.
Fuad dan Gus Alex sebelumnya telah dicegah bepergian ke luar negeri bersama Yaqut Cholil Qoumas. Namun, hanya Gus Alex dan Gus Yaqut yang telah ditetapkan sebagai tersangka pada Jumat (9/1).
Kasus ini berkaitan dengan pembagian kuota tambahan 20 ribu jamaah haji untuk musim haji 2024, saat Yaqut masih menjabat sebagai Menteri Agama. Kuota tambahan itu diperoleh setelah Presiden ke-7 RI Joko Widodo melakukan lobi kepada Pemerintah Arab Saudi.
Tambahan kuota diberikan dengan tujuan mengurangi masa tunggu jamaah haji reguler Indonesia. Di sejumlah daerah, masa tunggu bisa mencapai lebih dari 20 tahun.
Akibat kebijakan tersebut, pada 2024 Indonesia menggunakan kuota sebanyak 213.320 jamaah haji reguler dan 27.680 jemaah haji khusus. Pembagian ini menjadi fokus penyidikan KPK dalam dugaan korupsi kuota haji.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
