
Kamar hotel tempat dosen UNTAG, DLL, 35, yang ditemukan meninggal di sebuah hotel di Jalan Telaga Bodas Raya, Semarang, Senin (17/11) sekitar pukul 05.30 WIB. (Radar Semarang)
JawaPos.com – Fakta mengejutkan terungkap dari kasus kematian dosen Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang, Dwinanda Linchia Levi (DLV), 35, yang ditemukan tewas di sebuah kamar hotel di kawasan Jalan Telaga Bodas Raya, Gajahmungkur. Seorang perwira Polda Jawa Tengah, AKBP B, diketahui menjalin hubungan gelap dengan korban meski dirinya telah beristri.
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, membenarkan bahwa AKBP B sudah berkeluarga, sedangkan korban yang merupakan dosen itu masih berstatus lajang.
“Sudah (berkeluarga). Kalau inisial D itu masih gadis, masih bujang,” ujarnya seperti dikutip dari Radar Semarang (Jawa Pos Grup), Kamis (20/11).
Artanto menjelaskan bahwa hubungan asmara keduanya telah berlangsung lama.
“Yang jelas mereka ada komunikasi dan intens. Dan hubungan asmara itu ya memang benar. Menurut pengakuan yang bersangkutan dari tahun 2020,” ungkapnya.
Beredar pula informasi bahwa keduanya tinggal bersama dalam satu rumah di kawasan Tembalang. Hubungan itu, kata Artanto merupakan pelanggaran serius karena dilakukan di luar pernikahan sah, sehingga AKBP B disebut melanggar Kode Etik Profesi Polri (KKEP).
Atas dugaan pelanggaran tersebut, AKBP B kini telah ditempatkan di tahanan khusus (patsus) Mapolda Jateng selama 20 hari sejak Rabu (19/11) malam.
“Yang bersangkutan telah melakukan pelanggaran berupa tinggal bersama dengan seorang perempuan berinisial D tanpa ikatan perkawinan yang sah,” tegas Artanto.
Ia menyebut pelanggaran ini termasuk berat karena menyangkut kesusilaan dan perilaku anggota Polri di mata masyarakat. Terkait sidang KKEP dan sanksi yang akan dijatuhkan, Artanto mengatakan masih menunggu keputusan majelis sidang, entah mulai dari demosi hingga pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH).
Sementara itu, penyebab kematian DLV masih belum dapat diumumkan. Artanto menegaskan bahwa hasil otopsi akan dijelaskan setelah gelar perkara selesai.
“Saya belum bisa memberikan statement karena penyidik harus mengambil keterangan saksi ahli untuk menjelaskan hasil otopsi tersebut,” katanya.
“Nanti saya bisa jelaskan setelah gelar perkara, agar tidak salah menyampaikan informasi," pungkas Artanto.
Sebelumnya, seorang dosen perempuan ditemukan meninggal di dalam kamar hotel di Jalan Telaga Bodas Raya Semarang Senin (17/11) sekitar pukul 05.30.
Korban diketahui bernama DLL, 35, warga Kedungmundu, Kecamatan Tembalang. Korban berprofesi sebagai dosen salah satu perguruan tinggi swasta di wilayah Kota Semarang.
Korban ditemukan di lantai dalam kamar 210, dalam kondisi tanpa busana. Kali pertama yang menemukan kejadian ini adalah seorang anggota Polri bernama B, 56, berpangkat AKBP menjabat sebagai Kasubdit Dalmas Ditsamapta Polda Jateng, warga Kedungmundu, Kecamatan Tembalang.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
