Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 3 November 2025 | 01.55 WIB

Kronologi Tragedi Longsor yang Tewaskan Satu Keluarga dan Sisakan Satu Anak di Trenggalek, Tertimbun Satu Rumah

Tim SAR gabungan melakukan pencarian dan evakuasi korban tertimbun longsor di Trenggalek, Minggu (2/11) dini hari. (BPBD Trenggalek/Antara) - Image

Tim SAR gabungan melakukan pencarian dan evakuasi korban tertimbun longsor di Trenggalek, Minggu (2/11) dini hari. (BPBD Trenggalek/Antara)

JawaPos.com - Tragedi memilukan terjadi di Dusun Banaran, Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek, Sabtu malam (1/11). Sebuah rumah milik pasangan suami istri Sarip, 60, dan Welas, 53, tertimbun longsoran tebing setinggi 30 meter setelah kawasan tersebut diguyur hujan deras selama berjam-jam.

Dalam kejadian itu, empat anggota keluarga tewas tertimbun, sementara satu anak berhasil selamat meski mengalami luka-luka.

Bencana itu terjadi sekitar pukul 21.00 WIB. Saat hujan deras mengguyur tanpa henti sejak sore, tebing di belakang rumah keluarga Sarip tiba-tiba longsor dan menimpa bangunan rumah berukuran 10x8 meter tersebut.

Di dalam rumah, saat itu terdapat lima orang: Sarip, istrinya Welas, dan tiga anak mereka, yaitu Fajar Puji Wibowo, 17, Rohman, 14, serta Wijianto, 30. Seluruh penghuni tertimbun material tanah tebal akibat longsoran besar itu. Namun, hanya satu yang selamat.

Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, St. Triadi Atmono, menjelaskan bahwa proses evakuasi langsung dilakukan oleh tim gabungan dari BPBD, Basarnas, TNI, Polri, dan warga sekitar.

Dua korban pertama yang ditemukan pada malam kejadian adalah Sarip dan Welas yang sudah dalam kondisi meninggal dunia. Sementara dua anaknya, Fajar dan Rohman, sempat dinyatakan hilang hingga pencarian dilanjutkan esok harinya.

Upaya pencarian berlangsung berat, kata Triadi, karena medan yang terjal dan tanah yang masih labil. Pagi harinya, Minggu (2/11), tim gabungan berhasil menemukan dua korban terakhir yang tertimbun tidak jauh dari rumah utama.

Rohman ditemukan sekitar pukul 08.47 WIB, disusul Fajar pukul 09.26 WIB, keduanya dalam kondisi meninggal dunia. Sementara satu anak lainnya, Wijianto, berhasil diselamatkan dengan luka-luka dan langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat.

“Longsor ini terjadi setelah wilayah Bendungan diguyur hujan deras hampir delapan jam. Kondisi topografi yang berupa tebing curam membuat kawasan ini sangat rawan longsor,” jelas Triadi.

Ia menegaskan bahwa Desa Depok memang termasuk daerah dengan risiko bencana tinggi dan pihak BPBD telah berulang kali memberikan imbauan agar warga tetap waspada, terutama saat musim hujan.

Selain menelan korban jiwa, peristiwa tersebut juga menyebabkan satu rumah rusak total dengan kerugian materi diperkirakan mencapai Rp 250 juta.

BPBD Trenggalek memastikan akan tetap siaga di lokasi hingga seluruh proses penanganan selesai dan warga terdampak mendapat bantuan.

Triadi juga mengimbau masyarakat di wilayah rawan longsor untuk meningkatkan kewaspadaan.

“Jika hujan turun dengan intensitas tinggi dan lama, segera menjauh dari area tebing atau lereng curam. Waspadai tanda-tanda pergerakan tanah sekecil apa pun,” pungkasnya.

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore