
Komandan Puspom TNI Mayjen TNI Yusri Nuryanto saat diwawancarai oleh awak media pada Senin (22/9). (Syahrul Yunizar/JawaPos.com)
JawaPos.com - Serka N dan Kopda FH terlibat dalam kasus penculikan kepala cabang (kacab) bank BUMN Cempaka Putih, Mohammad Ilham Pradipta. Di luar 2 orang prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) tersebut, Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI memastikan bahwa tidak ada prajurit TNI AD lain yang terlibat dalam kasus itu.
Komandan Puspom TNI Mayjen TNI Yusri Nuryanto menegaskan hal itu saat diwawancarai oleh awak media di Jakarta pada Senin (22/9). Dia memastikan bahwa hanya 2 prajurit TNI AD yang terlibat dalam kasus penculikan yang menyebabkan korban meninggal dunia. Saat ini, kedua prajurit itu masih menjalani proses hukum di Polisi Militer Kodam (Pomdam) Jaya/Jayakarta.
”Jadi, sudah ditangani oleh Pomdam. Kalau untuk prajurit yang lain tidak ada yang terlibat. Sementara hanya dua orang itu yang terlibat,” terang dia.
Yusri menyatakan bahwa panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto juga telah memberi atensi atas kasus tersebut. Menurut Yusri, orang nomor satu di TNI itu memerintahkan agar 2 prajurit Kopassus tersebut dihukum dan diberi sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku. Sebab, tidak ada ruang untuk prajurit yang secara sadar melanggar hukum.
”Kemudian Perintah pimpinan proses sesuai dengan hukum yang berlaku, demikian,” tegasnya.
Sebelumnya Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana memastikan bahwa pemeriksaan terhadap atasan Serka N dan Kopda FH telah dilaksanakan sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku. Yakni pada tahap awal sebelum penetapan tersangka diumumkan oleh penyidik Pomdam Jaya. Atasan kedua prajurit itu diperiksa sebagai saksi.
”Tentu, tentu (atasan Serka N dan Kopda FH sudah diperiksa). Tapi, itu tahap awal ya. Tahap awal saat pemeriksaan awal masih terduga, itu beberapa atasan (menjalani pemeriksaan),” kata Wahyu saat diwawancarai di Jakarta pada Sabtu (20/9).
Wahyu pun menegaskan kembali, Serka N dan Kopda FH terlibat dalam penculikan korban dalam kapasitas sebagai pribadi. Bukan atas nama satuan asal atau pun atasannya. Sehingga pertanggungjawaban kedua prajurit itu juga berlaku untuk individu masing-masing. Apalagi mereka berkasus saat dalam pencarian satuan asal.
”Karena dia meninggalkan satuan. Dia meninggalkan satuan tentu, komandan-komandannya pada leveling-nya, leveling tertentunya itu dimintai keterangan. Tapi, sekarang setelah ditetapkan sebagai tersangka, sudah tanggung jawab dan menjadi tanggung jawab personal,” ucap Wahyu.

Presiden Prabowo Hadiri Panen Raya TNI: Hari Ini Saya Bahagia
Taruhan 3 Hektar Kebun Sawit Rp 420 Juta demi Final Spanyol vs Argentina Viral, Vincent jadi Saksi
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Jadwal dan Link Live Streaming Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang Hari Ini, Kick-off 15.30 WIB di Gelora Bung Tomo
Resmi! Daftar Susunan Pemain Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang, Alex Martins Starter, Ramadhan Sananta Cadangan
Atlet Golf Putri Indonesia Diduga Diculik, Sedang Rayakan Ultah Nenek di Restoran Tiba-tiba Disergap 5 Pria
PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Minta Hormati Martabat Wartawan dan Kemerdekaan Pers
Prediksi Susunan Pemain Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang: Alex Martins Jadi Mesin Gol Baru Green Force
Prediksi Skor Spanyol vs Argentina di Final Piala Dunia 2026: La Roja Siap Gagalkan Mimpi Indah Lionel Messi Cs
Jude Bellingham dan Harry Kane Cadangan! Ini Susunan Pemain Prancis vs Inggris di Perebutan Peringkat Ketiga Piala Dunia 2026
