
Kerusuhan di Yalimo, Papua Pegunungan memaksa personel aparat keamanan dari TNI-Polri mengevakuasi warga. Sejumlah petugas dilaporkan mengalami luka-luka. (Puspen TNI)
JawaPos.com - Kondisi Yalimo, Papua Pegunungan, masih belum reda. Kerusuhan terjadi pasca isu SARA berbau rasialis muncul. Rumah-rumah dibakar, warga yang ketakutan pun mengungsi. Di tengah gejolak tersebut, personel TNI-Polri yang berusaha mengevakuasi warga tak luput menjadi korban. Sejauh ini ada 3 orang aparat yang mengalami luka berat.
Berdasar keterangan resmi dari Mabes TNI, kerusuhan terjadi pada 16 September lalu di Kampung Elelim. Di tengah kerusuhan tersebut, 6 orang prajurit TNI disebut menyelamatkan sejumlah warga yang sudah dikepung oleh massa. Selain kobaran api, bom molotov dan panah beracun menjadi ancaman bagi warga yang terjebak di antara kerusuhan tersebut.
Kepala Distrik Elelim Lukas Kepno mengakui hal itu. Dia menghaturkan terima kasih karena aparat keamanan sudah menyelamatkan warga. Apalagi evakuasi dilakukan di tengah situasi genting. Menurut dia, tanpa keberanian petugas dari TNI-Polri, sulit untuk mengevakuasi warga dari lokasi kerusuhan saat itu.
”Kami menyaksikan sendiri bagaimana prajurit menjaga kami di tengah situasi yang genting. Mereka tidak membalas serangan dengan kekerasan, justru melindungi guru dan warga agar tetap selamat,” imbuhnya.
Terpisah, Kepala Operasi Damai Cartenz Brigjen Pol Faizal Ramadhani menyampaikan bahwa pada 16 September lalu, personel gabungan TNI-Polri mengevakuasi 6 prajurit dari Satgas Maleo Kopassus yang terkepung di belakang Pos Satgas Maleo, Distrik Elelim.
Evakuasi dimulai pukul 17.26 WIT dengan mengerahkan 3 unit kendaraan roda enam dan 3 unit kendaraan roda empat. Operasi tersebut dipimpin oleh Ipda Abdul Azis dari Satbrimob Polda Papua bersama prajurit TNI dan personel dari Polres Yalimo.
”Tim medis langsung memberikan perawatan intensif kepada tiga anggota yang mengalami luka parah, yaitu Sertu Nando Manurung, Sertu Kantum, dan Letda Infanteri Supardi,” terang dia.
Selain tiga prajurit tersebut, beberapa aparat keamanan lainnya juga mengalami luka cukup berat. Diantaranya Briptu Fitrah H. Naing yang terkena lemparan batu pada bagian wajah, Briptu Muh. Aksa Almuthadin terkena panah di kepala, serta prajurit TNI bernama Charles yang terluka pada bagian belakang kepala.
Kerusuhan di Yalimo dipicu kesalahpahaman antar pelajar yang melibatkan sekelompok siswa SMA Negeri 1 Elelim. Bentrokan meluas hingga menyebabkan ratusan warga mengungsi ke Polres Yalimo. Tidak hanya itu, puluhan bangunan terbakar, diantaranya ruko, kos-kosan, rumah dinas Pemkab Yalimo, kantor dinas, serta fasilitas TNI-Polri.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Hasil Piala Presiden: Persib Bandung vs Persebaya Surabaya 1-1, Lanjut ke Extra Time!
Prediksi Skor Persija Jakarta vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Diunggulkan!
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Misi John Herdman Demi Semifinal!
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Maung Bandung Favorit Juara
Profil Jafar Hidayatullah dan Adnan Maulana: Diduga Match Fixing, Dicoret PBSI dari Kejuaraan Dunia
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Pembuktian Sihir John Herdman!
Bertahun-Tahun Mogok Kerja, Tim 10 Pekerja Freeport Serahkan Tuntutan ke Said Iqbal
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Senpi hingga Narkoba di Sekolah Swasta di Jaksel Ternyata Milik Eks Ketua Yayasan
