Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 10 September 2025 | 15.31 WIB

6 Fakta Mengejutkan Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu

Dua orang pelaku pembunuhan satu keluarga di Indramayu usai dibekuk polisi, Selasa (9/9). (Sandi Nugraha/JabarEkspres)

JawaPos.com - Kasus pembunuhan berencana terhadap satu keluarga di Indramayu akhirnya terungkap. Dua orang pelaku berinisial R, 35, dan P, 29, telah ditetapkan sebagai tersangka. 

Sedangkan mereka yang menjadi korban dalam peristiwa ini ialah lima orang anggota keluarga. Lima anggota keluarga itu ditemukan terkubur dalam satu liang di rumah mereka, Senin (1/9) lalu. Mereka ialah Sachroni, 76, Budi Awaludin, 45, Euis Juwita Sari, 43, Ratu Khairunnisa, 7, dan bayi berusia 8 bulan bernama Bela.

Polisi mengungkap sederet fakta mengerikan, mulai dari motif, cara pelaku  menghilangkan jejak hingga upaya mereka kabur menjadi anak buah kapal (ABK).

1. Motif Dendam Soal Sewa Mobil

Polisi mengungkap bahwa motif utama pembunuhan ini adalah dendam. Tersangka R disebut kesal pada salah satu korban, Budi Awaludin, karena urusan sewa mobil Avanza.

Pelaku diketahui berencana sewa mobil milik korban Budi Awaludin. Namun, ternyata, mobil yang hendak disewa itu tengah rusak. Pelaku kemudian meminta kembali uang sewa yang dibayarkan sebesar Rp 750 ribu, namun tak diberi oleh korban dengan alasan uang telah terpakai.

"Modus operandi dari tersangka ini, salah satu tersangka (berinisial) R merasa kesal kepada korban yaitu saudara BA karena sebelumnya tanggal 25 (Agustus) yang bersangkutan berencana untuk sewa mobil milik saudara BA ini dengan jenis Avanza. Namun ternyata kendaraannya ini sedang mogok. Dan saudara BA ini diminta kembali uangnya, tetapi ternyata BA mengatakan bahwa uangnya sudah terpakai. Jadi pelaku merasa dendam dan merencanakan pembunuhan," ujar Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, Selasa (9/9).

Dalam aksinya, R mengajak P dengan janji imbalan Rp100 juta. Namun hingga ditangkap, uang tersebut tidak pernah diberikan.

2. Modus Sadis: Bayi 8 Bulan Jadi Korban

Fakta lain yang membuat publik geram adalah cara pelaku menghabisi nyawa korban. Pelaku pun telah mempersiapkan rencana pembunuhan ini.

Korban pun dipukul menggunakan pipa besi hingga kehilangan nyawanya. Sedangkan korban yang masih bayi ditenggelamkan di bak kamar mandi.

"Modus para pelaku ini sangat keji R (salah satu pelaku) memukul kepala empat korban dengan pipa besi (hingga meninggal dunia). Sementara P, menenggelamkan bayi (salah satu korban) ke dalam bak mandi. Dan setelah itu, mereka mengubur seluruh korban dalam satu liang di belakang rumah," ungkap Hendra.

3. Pelaku Bersihkan TKP Seolah Tak Terjadi Apa-Apa

Dua pelaku berinisial R, 35, dan P, 29, awalnya berusaha menyamarkan kejahatan mereka. Setelah menghabisi nyawa korban, keduanya membersihkan rumah korban agar terlihat normal.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore