Dua orang pelaku pembunuhan satu keluarga di Indramayu usai dibekuk polisi, Selasa (9/9). (Sandi Nugraha/JabarEkspres)
JawaPos.com - Kasus pembunuhan berencana terhadap satu keluarga di Indramayu akhirnya terungkap. Dua orang pelaku berinisial R, 35, dan P, 29, telah ditetapkan sebagai tersangka.
Sedangkan mereka yang menjadi korban dalam peristiwa ini ialah lima orang anggota keluarga. Lima anggota keluarga itu ditemukan terkubur dalam satu liang di rumah mereka, Senin (1/9) lalu. Mereka ialah Sachroni, 76, Budi Awaludin, 45, Euis Juwita Sari, 43, Ratu Khairunnisa, 7, dan bayi berusia 8 bulan bernama Bela.
Polisi mengungkap sederet fakta mengerikan, mulai dari motif, cara pelaku menghilangkan jejak hingga upaya mereka kabur menjadi anak buah kapal (ABK).
1. Motif Dendam Soal Sewa Mobil
Polisi mengungkap bahwa motif utama pembunuhan ini adalah dendam. Tersangka R disebut kesal pada salah satu korban, Budi Awaludin, karena urusan sewa mobil Avanza.
Pelaku diketahui berencana sewa mobil milik korban Budi Awaludin. Namun, ternyata, mobil yang hendak disewa itu tengah rusak. Pelaku kemudian meminta kembali uang sewa yang dibayarkan sebesar Rp 750 ribu, namun tak diberi oleh korban dengan alasan uang telah terpakai.
"Modus operandi dari tersangka ini, salah satu tersangka (berinisial) R merasa kesal kepada korban yaitu saudara BA karena sebelumnya tanggal 25 (Agustus) yang bersangkutan berencana untuk sewa mobil milik saudara BA ini dengan jenis Avanza. Namun ternyata kendaraannya ini sedang mogok. Dan saudara BA ini diminta kembali uangnya, tetapi ternyata BA mengatakan bahwa uangnya sudah terpakai. Jadi pelaku merasa dendam dan merencanakan pembunuhan," ujar Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, Selasa (9/9).
Dalam aksinya, R mengajak P dengan janji imbalan Rp100 juta. Namun hingga ditangkap, uang tersebut tidak pernah diberikan.
2. Modus Sadis: Bayi 8 Bulan Jadi Korban
Fakta lain yang membuat publik geram adalah cara pelaku menghabisi nyawa korban. Pelaku pun telah mempersiapkan rencana pembunuhan ini.
Korban pun dipukul menggunakan pipa besi hingga kehilangan nyawanya. Sedangkan korban yang masih bayi ditenggelamkan di bak kamar mandi.
"Modus para pelaku ini sangat keji R (salah satu pelaku) memukul kepala empat korban dengan pipa besi (hingga meninggal dunia). Sementara P, menenggelamkan bayi (salah satu korban) ke dalam bak mandi. Dan setelah itu, mereka mengubur seluruh korban dalam satu liang di belakang rumah," ungkap Hendra.
3. Pelaku Bersihkan TKP Seolah Tak Terjadi Apa-Apa
Dua pelaku berinisial R, 35, dan P, 29, awalnya berusaha menyamarkan kejahatan mereka. Setelah menghabisi nyawa korban, keduanya membersihkan rumah korban agar terlihat normal.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
