Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 9 Agustus 2025 | 22.56 WIB

Tak Bisa Terima Kesimpulan Diplomat Muda Kemlu Arya Daru Pangayunan Bunuh Diri, Mantan Wamenlu Dino Patti Djalal Ungkap Lima Alasan

Desc gambar: Dino Patti Djalal, mantan Dubes Indonesia untuk Amerika Serikat sekaligus Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia ke-5. (@dinopattidjalal/Instagram) - Image

Desc gambar: Dino Patti Djalal, mantan Dubes Indonesia untuk Amerika Serikat sekaligus Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia ke-5. (@dinopattidjalal/Instagram)

JawaPos.com - Mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Dino Patti Djalal menyatakan pandangannya berkaitan dengan kasus kematian diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Arya Daru Pangayunan.

Dia mengaku masih sulit menerima kesimpulan bahwa Arya Daru tewas mengenaskan karena bunuh diri. Melalui unggahan pada akun media sosialnya, Dino mengungkapkan lima alasannya. 

Pertama, Dino menyampaikan bahwa metode bunuh diri yang dipilih dan dilakukan oleh Arya Daru sangat tidak lazim. Menurut dia, lazimnya seseorang yang bunuh diri memilih cara mengakhiri hidup secara konvensional.

Dalam hal ini, cara yang dipilih oleh seseorang yang memutuskan mengakhiri hidup adalah metode yang tidak menyengsarakan diri sendiri. 

”Pertama kali saya mendengar bahwa dia bunuh diri dengan cara lakban, saya mengatakan tidak pernah seumur hidup saya mendengar orang bunuh diri dengan cara lakban. Jadi, saya ini suatu tanda yang besar sekali,” kata dia. 

Kedua, Dino menyampaikan bahwa Arya Daru bakal ditugaskan sebagai diplomat di Finlandia. Menurut dia, Finlandia adalah negara idaman bagi para diplomat di Indonesia. Dino yang pernah menjadi duta besar Indonesia untuk Amerika Serikat tersebut menyampaikan bahwa diplomat yang akan ditugaskan ke luar negeri biasanya akan sangat antusias dan penuh gairah serta gelora hidup. Sebab, mereka akan memulai lembaran baru dalam hidup dan karir. 

”Jadi, dari segi ini, psikologi ini, tidak cocok sekali dengan psikologi orang yang mengalami depresi, yang mau bunuh diri. Kalau pun dia mengalami masalah pribadi atau pekerjaan di dalam negeri, diplomat yang mau posting (di luar negeri) itu akan merasa, alhamdulillah saya akan meninggalkan semua beban itu di belakang saya karena saya akan posting di tempat yang indah di luar negeri. Jadi, dari segi itu teori bunuh diri juga tidak masuk akal,” ucap Dino.

Ketiga, lanjut Dino, orang yang mau bunuh diri bisanya meninggalkan pesan untuk keluarga. Apalagi orang yang sangat dekat dengan istri dan anak-anaknya, dia menyebut, pasti akan meninggalkan pesan pribadi bagi keluarga. Menurut Dino, tidak mungkin orang itu mau hilang begitu saja, apalagi kalau dia begitu mencintai keluarganya. 

”Dan dalam hal ini tidak ada satupun pesan kematian yang ditinggalkan oleh Arya Daru kepada istri maupun kepada anak-anaknya,” ujarnya. 

Alasan keempat adalah telepon seluler milik Arya Daru yang hilang dan tidak kunjung ditemukan. Menurut dia, itu juga menjadi tanda tanya besar. Sebab, orang yang akan bunuh diri biasanya tidak lepas dari barang-barang seperti telepon genggam. 

”Kelima, bahwasanya sidik jari orang lain tidak ditemukan, bahwasanya HP juga tidak ditemukan, dan juga CCTV rekamannya tidak penuh lengkap, ini juga menimbulkan kesan bahwa ini merupakan suatu pembunuhan yang direncanakan secara rapi,” ujarnya.

Untuk itu, Dino berharap kasus tersebut tidak ditutup total dan terus dibuka oleh aparat kepolisian. Menurut dia, polisi masih bisa mencari bukti-bukti atau penemuan baru. Sehingga nantinya polisi bisa secara lebih akurat menjelaskan kematian Arya Daru dalam situasi yang dia nilai sangat janggal tersebut. 

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore