
Desc gambar: Dino Patti Djalal, mantan Dubes Indonesia untuk Amerika Serikat sekaligus Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia ke-5. (@dinopattidjalal/Instagram)
JawaPos.com - Mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Dino Patti Djalal menyatakan pandangannya berkaitan dengan kasus kematian diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Arya Daru Pangayunan.
Dia mengaku masih sulit menerima kesimpulan bahwa Arya Daru tewas mengenaskan karena bunuh diri. Melalui unggahan pada akun media sosialnya, Dino mengungkapkan lima alasannya.
Pertama, Dino menyampaikan bahwa metode bunuh diri yang dipilih dan dilakukan oleh Arya Daru sangat tidak lazim. Menurut dia, lazimnya seseorang yang bunuh diri memilih cara mengakhiri hidup secara konvensional.
Dalam hal ini, cara yang dipilih oleh seseorang yang memutuskan mengakhiri hidup adalah metode yang tidak menyengsarakan diri sendiri.
”Pertama kali saya mendengar bahwa dia bunuh diri dengan cara lakban, saya mengatakan tidak pernah seumur hidup saya mendengar orang bunuh diri dengan cara lakban. Jadi, saya ini suatu tanda yang besar sekali,” kata dia.
Kedua, Dino menyampaikan bahwa Arya Daru bakal ditugaskan sebagai diplomat di Finlandia. Menurut dia, Finlandia adalah negara idaman bagi para diplomat di Indonesia. Dino yang pernah menjadi duta besar Indonesia untuk Amerika Serikat tersebut menyampaikan bahwa diplomat yang akan ditugaskan ke luar negeri biasanya akan sangat antusias dan penuh gairah serta gelora hidup. Sebab, mereka akan memulai lembaran baru dalam hidup dan karir.
”Jadi, dari segi ini, psikologi ini, tidak cocok sekali dengan psikologi orang yang mengalami depresi, yang mau bunuh diri. Kalau pun dia mengalami masalah pribadi atau pekerjaan di dalam negeri, diplomat yang mau posting (di luar negeri) itu akan merasa, alhamdulillah saya akan meninggalkan semua beban itu di belakang saya karena saya akan posting di tempat yang indah di luar negeri. Jadi, dari segi itu teori bunuh diri juga tidak masuk akal,” ucap Dino.
Ketiga, lanjut Dino, orang yang mau bunuh diri bisanya meninggalkan pesan untuk keluarga. Apalagi orang yang sangat dekat dengan istri dan anak-anaknya, dia menyebut, pasti akan meninggalkan pesan pribadi bagi keluarga. Menurut Dino, tidak mungkin orang itu mau hilang begitu saja, apalagi kalau dia begitu mencintai keluarganya.
”Dan dalam hal ini tidak ada satupun pesan kematian yang ditinggalkan oleh Arya Daru kepada istri maupun kepada anak-anaknya,” ujarnya.
Alasan keempat adalah telepon seluler milik Arya Daru yang hilang dan tidak kunjung ditemukan. Menurut dia, itu juga menjadi tanda tanya besar. Sebab, orang yang akan bunuh diri biasanya tidak lepas dari barang-barang seperti telepon genggam.
”Kelima, bahwasanya sidik jari orang lain tidak ditemukan, bahwasanya HP juga tidak ditemukan, dan juga CCTV rekamannya tidak penuh lengkap, ini juga menimbulkan kesan bahwa ini merupakan suatu pembunuhan yang direncanakan secara rapi,” ujarnya.
Untuk itu, Dino berharap kasus tersebut tidak ditutup total dan terus dibuka oleh aparat kepolisian. Menurut dia, polisi masih bisa mencari bukti-bukti atau penemuan baru. Sehingga nantinya polisi bisa secara lebih akurat menjelaskan kematian Arya Daru dalam situasi yang dia nilai sangat janggal tersebut.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
