
Mantan Wakapolri Komjen Pol (Purn.) Nanan Soekarna saat mendatangi rumah duka Marsekal Pertama (Marsma) TNI Fajar Adriyanto. (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)
JawaPos.com-Kabar wafatnya Marsekal Pertama (Marsma) TNI Fajar Adriyanto meninggalkan duka mendalam. Terutama bagi rekan-rekan sesama pecinta dunia dirgantara.
Salah satunya, mantan Wakapolri Komjen Pol (Purn) Nanan Soekarna, yang mengenang Fadjar bukan hanya sebagai sahabat, tetapi juga mentor dan inspirasi.
Nanan mengungkapkan kedekatannya dengan Fadjar lewat hobi yang sama, yakni penerbangan. Meski berasal dari dua institusi berbeda, mereka kerap terbang bersama.
“Ya kebetulan saya polisi, beliau Auri, tapi kita satu hobi, beliau penerbang tempur, kalau kami penerbang sport. Jadi kami belajar bersama-sama dan beliau adalah instruktur kami di penerbang sport, dan beliau yang selalu menyemangati kami para penerbang sport untuk bersama-sama mengglorifikasikan nautika, dan beliau yang paling rajin, setiap minggu pasti terbang," ujar Nanan di rumah duka Fadjar di Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (3/8).
Tak heran, kabar kepergian Fadjar sangat membekas di hati Nanan dan rekan-rekan penerbang lainnya. Dia mengaku sangat kehilangan sosok Fadjar yang berdedikasi tinggi bagi dunia penerbangan.
“Kita doakan untuk beliau diterima di sisi-Nya, diampuni segala dosa dan kesalahannya," kata Nanan.
Nanan juga menceritakan momen terakhir kali dia berkomunikasi dengan Fadjar belum lama ini.
“Kemarin, kemarin ngajak kami terbang di Bandung, minggu lalu di Bandung, hari ini memang di Bogor, tapi kami ada kegiatan otomotif lain, itu aja," ungkap Nanan.
Insiden nahas itu terjadi pada Minggu (3/8), di kawasan Ciampea, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pesawat sipil jenis Microlight Fixedwing Quicksilver GT500 dengan register PK-S126 milik Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) jatuh saat melakukan latihan.
Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsma TNI I Nyoman Suadnyana menjelaskan, pesawat lepas landas dari Lanud Atang Sendjaja pukul 09.08 WIB. Penerbangan tersebut merupakan bagian dari latihan profisiensi penerbangan olahraga dirgantara sebagai upaya pembinaan dan pemeliharaan kemampuan.
Namun sekitar pukul 09.19 WIB, pesawat hilang kontak. Tak lama, pesawat ditemukan jatuh di dekat Tempat Pemakaman Umum (TPU) Astana, Desa Benteng, Kecamatan Ciampea.
Kedua awak pesawat segera dievakuasi ke RSAU dr. M. Hassan Toto. Sayangnya, Marsma Fajar dinyatakan meninggal dunia setibanya di rumah sakit.
“Namun, Marsma TNI Fajar Adriyanto dinyatakan meninggal dunia saat tiba di rumah sakit,” terang Nyoman.
Latihan ini merupakan bagian dari kegiatan rutin FASI yang dibina TNI AU. Marsma Fajar bertugas sebagai pilot dan didampingi co-pilot bernama Roni.
"Pesawat telah dilengkapi Surat Izin Terbang (SIT) dengan nomor SIT/1484/VIII/2025 yang diterbitkan Lanud Atang Sendjaja, dan merupakan sortie kedua hari itu. Kondisi pesawat dinyatakan laik terbang,” jelas Nyoman.

Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Port FC di Piala Presiden 2026: Green Force Bisa Sapu Bersih Laga!
Prediksi Skor Arema FC vs DPMM FC di Piala Presiden 2026! Momentum Singo Edan Lolos ke Semifinal
Prediksi Skor Persib Bandung vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026! Maung Bandung Bisa Sapu Bersih Laga
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Port FC di Piala Presiden 2026, Bruno Moreira Siap Hadapi Teror Bonek!
Iran Ubah Strategi Perang, Teheran Kini Sengaja Paksa AS Masuk ke Konflik Lebih Besar
Prediksi Skor Persija Jakarta vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Jaga Asa ke Semifinal!
Prediksi Skor Persija Jakarta vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026, Kesempatan Terakhir Macan Kemayoran ke Semifinal
Jadwal Aston Villa vs Indonesia All Stars: Jam Kick-off, Siaran Langsung, dan Daftar Skuad
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
