
Kerabat mengusung peti jenazah Arya Daru Pangayunan, Diplomat Ahli Muda Kemenlu RI, di rumah duka di Jalan Munggur, Jomblang, Janti, Banguntapan, Bantul, kemarin (9/7). (Guntur Aga)
JawaPos.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) turut mengawal penanganan kasus kematian diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Arya Daru Pangayunan. Meski tidak ditemukan keterlibatan orang tersebut, Komnas HAM mengingatkan semua pihak untuk menjaga martabat almarhum. Salah satunya dengan tidak mengulik privasi pria yang ditemukan tewas mengenaskan itu.
Dalam keterangan yang disampaikan kepada awak media pada Kamis (31/7), Ketua Komnas HAM Anis Hidayah menyampaikan bahwa pihaknya telah melaksanakan tugas dan kewenangan sesuai mandat Pasal 89 ayat (3) UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM. Diantaranya dengan meninjau Tempat Kejadian Perkara (TKP) sebanyak 2 kali pada 11 dan 22 Juli 2025.
Kemudian mereka juga sudah meminta keterangan kepada 12 orang saksi yang terdiri dari saksi di lokasi kejadian, istri ADP dan keluarga, rekan ADP, serta jajaran di Kementerian Luar Negeri RI. Memeriksa hasil penyelidikan dan pemeriksaan yang dilakukan oleh Polda Metro Jaya, Rumah Sakit Umum Cipto Mangunkusumo (RSCM), dan Asosiasi Psikologi Forensik (Apsifor) terhadap meninggalnya ADP.
”Berdasarkan upaya tersebut, Komnas HAM menyimpulkan bahwa hingga kini belum ditemukan bukti yang menunjukkan adanya keterlibatan orang lain atas peristiwa meninggalnya ADP,” terang Anis.
Meski demikian, Komnas HAM memberikan catatan serius terhadap beredarnya foto dan video jenazah Daru, rekaman dari tempat kejadian, serta potongan CCTV yang tersebar melalui media sosial dan media massa tanpa persetujuan keluarga. Menurut dia, penyebaran informasi visual yang bersifat sensitif tersebut tidak hanya telah memperdalam kesedihan dan trauma keluarga, tetapi juga berpotensi melanggar hak atas martabat manusia.
”Merujuk pada General Comment No. 36 dari Komite Hak Asasi Manusia PBB mengenai Hak atas Hidup, jenazah tetap harus diperlakukan dengan hormat dan bermartabat. Narasi-narasi negatif yang menyertai penyebaran tersebut dapat dikategorikan sebagai bentuk perlakuan yang merendahkan martabat, baik terhadap almarhum maupun keluarganya,” jelasnya.
Karena itu, Komnas HAM mengeluarkan beberapa imbauan. Kepada pihak kepolisian, Komnas HAM meminta Polda Metro Jaya tetap membuka ruang untuk melakukan peninjauan kembali bila muncul bukti atau fakta baru terkait peristiwa tewasnya Daru. Kemlu dan instansi pemerintah dan swasta diminta semakin memperhatikan isu kesehatan mental di lingkungan kerja masing-masing.
”Kepada media massa dan masyarakat, agar menghormati hak atas martabat almarhum dan privasi keluarga dengan tidak menyebarluaskan materi visual atau informasi yang belum terverifikasi, serta menghindari penggunaan narasi atau bahasa yang bersifat spekulatif dan merendahkan,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Komnas HAM menegaskan bahwa penyebaran konten yang bersifat sensasional dan vulgar terkait peristiwa tersebut tidak hanya bertentangan dengan etika kemanusiaan, melainkan juga dapat memperburuk penderitaan psikologis keluarga yang ditinggalkan.
”Komnas HAM berkomitmen untuk terus menjalankan mandat konstitusional dan undang- undang dalam memastikan kondisi yang kondusif bagi penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak asasi manusia di Indonesia, termasuk dalam menjamin keadilan dan kebenaran atas setiap peristiwa yang menyangkut hak hidup warga negara,” tegas Anis.

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
