Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 29 Juli 2025 | 01.27 WIB

Kompolnas Nyatakan Anev Masih Berlangsung, Kematian Diplomat Kemlu Arya Daru Pangayunan Semakin Jelas Penyebabnya

Barang-barang milik Diplomat Kemlu Arya Daru Pangayunan yang ditemukan di dekat rooftop gedung Kemlu. (Istimewa) - Image

Barang-barang milik Diplomat Kemlu Arya Daru Pangayunan yang ditemukan di dekat rooftop gedung Kemlu. (Istimewa)

JawaPos.com - Polda Metro Jaya melaksanakan analisis dan evaluasi (anev) terkait kematian diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Arya Daru Pangayunan, pada Senin (28/7). Dalam anev tersebut turut hadir Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas). Penyebab kematian Daru dijelaskan lewat hasil otopsi bagian luar dan dalam jenazah pria berusia 39 tahun tersebut. 

Anggota Kompolnas Choirul Anam menyampaikan bahwa sampai sore hari Anev masih berjalan. Namun, penyebab kematian Daru semakin jelas. Sebab, kini sudah diketahui bagaimana kondisi jenazah yang tampak secara kasat mata maupun tak kasat mata. Artinya bagian dalam maupun luar jenazah tersebut telah dijelaskan kondisinya.

”Termasuk juga pendekatan saintifik yang lain yang terlepas dari otopsi dan jejak digital adalah soal sidik jari. Sidik jari juga kami dijelaskan posisi sidik jarinya dimana, cara mengambilnya bagaimana, perbandingannya kayak apa. Kami tadi dijelaskan cukup detail, makanya waktunya cukup panjang,” terang Anam kepada awak media. 

Menurut Anam, pihaknya mendapat kebebasan untuk mendalami anev tersebut pada 2 konteks berbeda. Yakni konteks prosedur dan konteks substansi. Menurut dia, sejauh ini Kompolnas melihat bahwa proses yang dilakukan oleh Polda Metro Jaya sudah transparan dan akuntabel.

Mantan komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) itu menyampaikan bahwa Polda Metro Jaya butuh waktu cukup lama untuk mengungkap kematian Daru dengan alasan yang jelas. Yakni mendalami setiap aspek temuan yang ternyata tidak sedikit. 

”Jadi pertanyaannya apakah waktu yang panjang ini yang diambil oleh Polda Metro Jaya itu wasting time, buang-buang waktu ataukah waktu yang substansial. Per hari ini kami lihat rekam jejak kerjanya itu bukan waktu yang sia-sia, tapi waktu yang substansial,” tegas Anam.

Dia menyatakan bahwa bila hari-hari sebelumnya seluruh rangkaian peristiwa sudah terang benderang, hari ini penyebab kematian diplomat muda Kemlu tersebut semakin jelas. Sebab, hasil otopsi sudah keluar dan penyebab kematian Daru telah disampaikan. 

”Sebagai satu rangkaian proses yang dilakukan, proses hari ini dengan hasil otopsi tadi, itu semakin jelas penyebab kematiannya. Kalau kemarin peristiwanya terang, penyebab kematiannya belum, karena hasil otopsinya belum. Nah saat ini peristiwanya sudah terang, dan tadi semakin terang, habis itu penyebab kematiannya juga sudah jelas. Tinggal diumumkan saja sama Polda Metro Jaya,” bebernya. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore