Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 11 Juli 2025 | 20.53 WIB

Selain Misri Puspita Sari, Kompol Yogi dan Ipda Haris Juga Ajak Melanie Putri Berlibur ke Lombok

Anggota Propam Polda NTB Brigadir Muhammad Nurhadi alias MN yang ditemukan meninggal dunia di kolam Beach House Gili Trawangan, Rabu (16/4). (Lombok Post) - Image

Anggota Propam Polda NTB Brigadir Muhammad Nurhadi alias MN yang ditemukan meninggal dunia di kolam Beach House Gili Trawangan, Rabu (16/4). (Lombok Post)

JawaPos.com - Misri Puspita Sari bukan satu-satunya perempuan yang ikut berlibur di Gili Trawangan, Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Kompol I Made Yogi Purusa Utama, Ipda Haris Chandra, dan Brigadir Nurhadi. Ada perempuan lain bernama Melanie Putri. Dia juga ikut dalam acara yang berlangsung pada 16 April 2025 itu.  

Yan Mangandar Putra selaku penasihat hukum Misri mengatakan, kliennya sengaja diundang oleh Kompol Yogi untuk ikut berlibur. Misri diberi Rp 10 juta untuk berlibur satu malam. Sementara Melanie dibawa oleh Ipda Haris Chandra. Hanya Brigadir Nurhadi yang tidak ditemani perempuan dalam liburan itu. 

”Jadi, Yogi sewa Misri, Haris Chandra sewa Melanie Putri, almarhum (Brigadir Nurhadi) nggak ada perempuan yang dia sewa, dia hanya jadi sopir,” kaya Yan dikutip dari Lombok Post (Jawa Pos Group) pada Jumat (11/7).

Menurut Yan, Misri berkenalan dengan Yogi sejak 2024 lalu. Mereka berkenalan di Jakarta. Kemudian beberapa kali berkontak melalui media sosial. Pada 15 April 2025, Yogi mengajak Misri berlibur bersama ke Gili Trawangan. Misri yang tengah berada di Bali pun bertolak ke Lombok. Kemudian dijemput oleh Brigadir Nurhadi sebelum menyeberang ke Gili Trawangan. 

”Tanggal 15 itu Yogi mengontak Misri. Dia membujuk ayo ke Lombok, temani saya liburan di sini sama di Gili Trawangan,” ucap Yan menirukan keterangan Misri.

Setiba di Lombok, Misri dijemput oleh Brigadir Nurhadi yang merupaan sopir Yogi. Di villa, Misri mendapati sudah ada tiga orang: Yogi, Haris, dan Melanie Putri. Pada saat itu Melanie Putri menemani Haris. Malam itu juga para pelaku dan korban sempat terlibat pesta narkoba. Mereka juga mengkonsumsi obat penenang riklona dan inex.

”Mendekati malam, mereka mulai party-nya. Semuanya konsumsi obat. Jadi, ada dua jenis obat, yang pertama obat penenang riklona dikonsumsi masing-masing satu biji. Kemudian Inex, masing-masing setengah biji. Akhirnya mereka fly, hilang kesadaran,” terang Yan.

Dugaan pembunuhan terhadap Brigadir Nurhadi terjadi setelah pesta narkoba dan minuman keras itu terjadi.

Saat ini, kasus tersebut masih ditangani Polda NTB. Kompol Yogi dan Ipda Haris sudah menjadi tersangka. Demikian pula Misri pun menjadi tersangka karena berada di lokasi kejadian. Sementara Melanie tidak berada di lokasi kejadian saat dugaan pembunuhan terjadi. 

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore