Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 9 Juli 2025 | 02.27 WIB

ASN Kemlu yang Tewas dengan Kepala Terbungkus Lakban Ternyata akan Ditempatkan ke Finlandia Bulan Ini

Polisi melakukan olah TKP di lokasi penemuan jenazah ASN Kementerian Luar Negeri di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (8/7/2025). (Istimewa) - Image

Polisi melakukan olah TKP di lokasi penemuan jenazah ASN Kementerian Luar Negeri di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (8/7/2025). (Istimewa)

JawaPos.com – Seorang diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Arya Daru Pangayunan, 37, ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di sebuah kamar kos di kawasan elite Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (8/7).

Ironisnya, Arya sebetulnya dijadwalkan akan menjalankan tugas negara ke Helsinki, Finlandia, pada akhir bulan ini. 

Korban ditemukan dalam kondisi kepala dililit lakban kuning dan tubuh terbungkus selimut biru dongker. Kejadian mengenaskan ini sontak mengejutkan rekan-rekan terdekat korban.

“Korban ditemukan dengan posisi di atas tempat tidur dengan kondisi kepala tertutup lakban warna kuning. Korban tertutup selimut warna biru dongker,” ucap teman korban, Iyarman Waruwu saat ditemui di lokasi, Selasa (8/7).

Iyarman mengungkapkan bahwa Arya adalah sosok yang dikenal baik dan berdedikasi. Ia juga memastikan bahwa Arya bukan warga Jakarta, melainkan berasal dari Yogyakarta.

“Istri korban sedang ke Jakarta menggunakan pesawat. Korban sudah lama bekerja menjadi PNS di Kemenlu dan akhir bulan ini korban akan ditempatkan kerja di luar negeri ke Helsinki, Finlandia akhir bulan ini,” ujarnya.

Penemuan jasad Arya bermula saat sang istri, yang merasa khawatir karena suami tak kunjung memberi kabar. Sang istri kemudian meminta penjaga kos untuk memeriksa kamar korban.

“Karena istri minta tolong kepada petugas makanya bisa diketahui bahwa korban sudah ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa,” terangnya.

Kapolsek Metro Menteng Kompol Rheza Rahandhi mengatakan, pihaknya belum bisa menyimpulkan penyebab kematian Arya. Meski ditemukan dalam kondisi mencurigakan, tak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Kita belum bisa simpulkan apakah korban dibunuh atau tidak. Masih dilakukan penyelidikan,” ucap Rheza.

Rheza menambahkan, korban merupakan diplomat Kemenlu dan tidak ada barang berharga miliknya yang hilang. Pihak kepolisian juga telah meminta keterangan dari tiga saksi. “Korban dibawa ke RSCM untuk dilakukan otopsi,” jelasnya.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore