Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 8 Juli 2025 | 14.13 WIB

Hari Kelima Pencarian Korban KMP Tunu Pratama Jaya: Tim SAR Temukan Dua Pelampung

Operasi SAR korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali oleh Tim SAR Gabungan pada Sabtu (5/7). (Basarnas)

JawaPos.com - Tim SAR gabungan terus berupaya untuk mencari keberadaan seluruh korban kecelakaan Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali, Kamis dini hari (3/7) lalu.

Upaya tim SAR pun mulai membuahkan hasil. Pada operasi pencarian hari kelima, Senin (7/7) kemarin, ditemukan 2 buah pelambung yang diduga kuat milik penumpang KMP Tunu Pratama Jaya

Deputi Bidang Operasi Pencarian dan Pertolongan Kesiapsiagaan Basarnas, Ribut Eko Suyatno mengungkapkan bahwa dua pelampung ditemukan di sekitar perairan Taman Nasional Alas Purwo, Banyuwangi.

"Di koordinat 8° 40' 12.34" S 114° 35' 30.85" E. Jika ditarik garis lurus, maka berjarak sekitar 32 mil laut dari lokasi kejadian tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya, dengan heading 160º," tutur Eko dalam keterangannya, Selasa (8/7).

Ia menyebut pada operasi hari kelima, tim SAR mengerahkan ratusan personel gabungan dari berbagai instansi pemerintah, swasta, relawan, warga sekitar, serta sejumlah Alut SAR udara, laut, darat dan bawah permukaan.

Tim SRU udara menyisir dari atas wilayah perairan Selat Bali hingga wilayah selatan Muncar dan Alas Purwo, dengan tiga Alut SAR yakni helikopter HR 3606 Basarnas, helikopter Bell 429 Polri, serta pesawat Cesna 217 API.

Sementara SRU laut menyisir perairan, mulai dari lokasi kejadian hingga ke selatan menuju semenanjung Blambangan, dengan cakupan daerah pencarian yang disisir mencapai 25 mil laut.

"Kendala yang kami hadapi masih sama, yakni kondisi cuaca perairan selat Bali. Dari data BMKG, kecepatan anginnya diantara 4 - 25 knots, dengan ketinggian gelombang di kisaran 0,5 - 2,5 meter," imbuhnya. 

Jarak pandang (visibility) pun terbatas dengan 2 - 7 kilometer, serta kecepatan Dus 2,4 m/s. Pada saat yang bersamaan, SRU darat juga melakukan penyisiran di sepanjang pesisir pantai, baik di wilayah Banyuwangi maupun Bali.

Dalam kesempatan yang sama, Eko juga membeberkan bahwa pihaknya telah mengevakuasi 38 korban KMP Tunu Pratama Jaya, dengan rincian 30 korban selamat, 8 korban meninggal dunia.

Kronologi singkat
Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya dilaporkan terbalik dan tenggelam di Selat Bali saat menyeberang dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali.

Laporan dari Dermaga LCM Gilimanuk mengungkapkan bahwa KMP Tunu Pratama Jaya sempat mengirim sinyal darurat pada pukul 00.16 WITA. Tak berselang lama, tepat pukul 00.19 WITA, kapal mengalami blackout.

Cuaca ekstrem juga disebut menjadi salah satu penyebab tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya. Gelombang laut setinggi 2,5 meter di Selat Bali membuat kapal kehilangan stabilitas dan karam di titik koordinat -08°09.371', 114°25, 1569. 

Berdasarkan data manifest, saat peristiwa nahas tersebut terjadi, KMP Tunu Pratama Jaya sedang membawa 65 orang, dengan rincian 53 penumpang dan 12 kru kapal. Dengan demikian, 27 orang masih dalam pencarian. 

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore