Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 16 Juni 2025 | 23.23 WIB

TPNPB-OPM Mengaku Bertanggung Jawab atas Penembakan Personel Kodim Yahukimo Serka Segar Mulyana

Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom menyampaikan bahwa pihaknya bertanggung jawab atas penyerangan terhadap polisi di Yahukimo dan Jayawijaya. (Istimewa) - Image

Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom menyampaikan bahwa pihaknya bertanggung jawab atas penyerangan terhadap polisi di Yahukimo dan Jayawijaya. (Istimewa)

JawaPos.com - Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengakui bahwa mereka berada di balik penembakan personel Kodim 1715/Yahukimo Serka Segar Mulyana. Berdasar keterangan dari Jubir TPNPB-OPM Seeby Sambom, penembakan pada Senin (16/6) dilakukan oleh anggota OPM Kodap XVI Yahukimo. 

”Bahwa Pasukan  TPNPB Kodap XVI Yahukimo telah melakukan penembakan terhadap pasukan keamanan  Indonesia serta agen intelijen militer pemerintah indonesia,” imbuhnya. 

Sebby menyebut, aksi OPM terjadi di dua lokasi yang berbeda. Yakni Jembatan Kali Biru, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo yang menyebabkan Serka Segar Mulyana meninggal dunia. Serta aksi lainnya yang juga berlangsung di wilayah Dekai. Mereka mengaku aksi tersebut sudah direncanakan oleh TPNPB-OPM

”Kami siap bertanggung jawab atas penembakan tersebut,” kata Sebby. 

Sebelumnya, seorang personel Kodim 1715/Yahukimo bernama Serka Segar Mulyana menjadi korban aksi Organisasi Papua Merdeka (OPM). Dia gugur setelah ditembak oleh kelompok tersebut di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo. Luka tembakan pada bagian dada membuat Segar Mulyana kehilangan nyawa. 

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih Kolonel Infanteri Candra Kurniawan menyampaikan bahwa peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.45 WIT. Segar meregang nyawa di Jembatan Kali Biro yang masuk dalam wilayah Serada. Tidak hanya mengalami luka tembak pada bagian dada, korban juga dibacok oleh OPM. 

”Penembakan ini terjadi saat almarhum Serka SM kembali dari RSUD Dekai menuju Makodim 1715/Yahukimo. Namun di tengah perjalanan tiba-tiba ditembak dan dibacok oleh OPM,” sesalnya. 

Kolonel Candra memastikan bahwa pihaknya tidak tinggal diam. Pasca penembakan tersebut, aparat TNI langsung mengejar pelaku untuk dimintai pertanggungjawaban secara hukum. Serangan OPM di wilayah Yahukimo bukan pertama kali terjadi pada 2025. Sebelumnya, mereka juga sudah berulang kali melancarkan aksi dengan menyasar aparat maupun masyarakat. 

”Saat ini OPM penjahat kemanusiaan sebagai pelaku penembakan dalam pengejaran aparat TNI,” kata Candra. 

Editor: Edy Pramana
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore