JawaPos.com - Nama Lady Aurellia Pramesti (LAP) tengah menjadi perbincangan di media sosial. Hal itu lantaran Lady diduga sebagai penyebab terjadinya pemukulan kepada Lutfi yang berstatus Chief koas mahasiswa kedokteran Universitas Sriwijaya.
Kasus pemukulan itu pun viral di media sosial. Berdasarkan data dari Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), Lady memulai pendidikannya di pendidikan Dokter Universitas Sriwijaya pada 4 September 2020. Ia kemudian berhasil lulus pada semester genap tahun akademik 2023/2024.
Lady kemudian melanjutkan pendidikan ke jenjang profesi dokter di kampus yang sama di Universitas Sriwijaya. Ia tercatat memulai program tersebut pada tanggal 2 Januari 2024 sebagai peserta didik baru dengan status aktif pada semester genap tahun akademik 2023/2024 atau saat ini.
Usai kasus ini viral, akun instagram miliknya @aureelady dikunci. Lady juga diduga merupakan anak kepala Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Barat Dedy Mandarsyah dan sang ibu seorang pengusaha batik tenun Sri Meilina.
Diketahui, kasus ini bermula dari beredarnya sebuah video viral berdurasi 66 detik di media sosial. Video itu memperlihatkan seorang pria berbaju merah tengah memukuli seorang dokter berseragam koas disebuah cafe di Jalan Demang, Palembang.
Korban diketahui bernama Lutfi yang merupakan seorang chief koas mahasiswa Universitas Sriwijaya. Peristiwa penganiayaan itu terjadi dilatarbelakangi perselisihan tentang jadwal jaga koas pada malam tahun baru yang diatur oleh korban.
Lady diinformasikan memprotes jadwal jaga malamnya yang dibuat korban khususnya saat malam tahun baru. Padahal, jadwal tersebut telah dibuat berdasarkan persetujuan teman-teman koas yang lainnya.
Kemudian, Lady mengadu ke ibunya yang kemudian berlanjut kepada pemanggilan terhadap korban Lutfi yang merupakan chief/ketua koas stase nya dan dua teman lainnya.
Ketiga orang itu dianggap tidak merespons atau menyepelekan apa yang dibicarakan. Kemudian, pria berbaju merah yang merupakan teman ibu Lady emosi hingga berujung pemukulan seperti video yang viral saat ini. Kasus ini pun tengah ditangani oleh Polda Sumatera Selatan (Sumsel).