
Anggota Kompolnas Poengky Indarti. (Laily Rahmawaty/Antara)
JawaPos.com - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) meminta kepolisian segera mengusut tuntas pembubaran diskusi yang diselenggarakan Forum Tanah Air (FTA) di Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (29/9) lalu. Pembubaran itu jelas melanggar undang-undang.
"Aparat Kepolisian harus mengusut tuntas kasus ini," ujar Komisioner Kompolnas Poengky Indarti kepada wartawan, Senin (30/9).
Ia mengatakan bahwa aksi pembubaran diskusi yang dilakukan secara paksa tak disangka dapat terjadi di era keterbukaan saat ini. "Sangat mengejutkan setelah 26 tahun reformasi, ternyata masih dijumpai kelompok seperti ini di Indonesia," pungkas Poengky.
Sebelumnya, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin membeberkan kronologi terjadinya pembubaran diskusi diaspora di Grand Kemang, Jakarta Selatan. Dalam peristiwa tersebut, massa yang tak dikenal bertindak anarkis memporakparandakan panggung, menyobek backdrop, mematahkan tiang mik, dan mengancam para peserta yang baru hadir.
Baca Juga: Ketua Umum YLBH Pijar Apresiasi Langkah Cepat Polisi Tangkap Pelaku Pembubaran Seminar di Kemang
Menurut Din, acara itu dirancang sebagai dialog antara diaspora Indonesia di manca negara dengan sejumlah tokoh atau aktivis tentang masalah kebangsaan dan kenegaraan. Selain Din, hadir sebagai narasumber antara lain Refly Harun, Marwan Batubara, Said Didu, Rizal Fadhilah, Sunarko, dan beberapa lainnya.
Din menyampaikan, sejak pagi hari sudah ada sekelompok massa menggelar orasi dari atas sebuah mobil komando di depan hotel. Namun, Din mengaku tidak mendengar jelas tuntutan massa.
"Tidak terlalu jelas pesan yang mereka sampaikan, kecuali mengkritik para narasumber yang diundang dan membela rezim Presiden Jokowi," kata Din, Sabtu (28/9).
Din melanjutkan, acara tidak sempat dimulai. Karena massa sudah bertindak anarkis terlebih dahulu dengan memasuki ruangan hotel dan mengobrak-abrik seisinya.
"Acara akhirnya dimulai dan diubah menjadi konperensi pers," imbuhnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
