Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 18 September 2024 | 23.59 WIB

Polri Deteksi Merebaknya Komunitas Pedofil di Batam, Palembang, dan Jakarta

Ilustrasi pelaku kejahatan Pedofilia - Image

Ilustrasi pelaku kejahatan Pedofilia

JawaPos.com - Indikasi keberadaan komunitas pedofil membuat Korps Bhayangkara turun tangan. Dimulai dengan adanya akun yang menyebar konten berbau pedofilia dan ditanggapi beragam. Polri lantas mendeteksi pemilik akun predator anak berada di tiga kota, yakni Batam, Palembang, dan Jakarta.

Indikasi keberadaan komunitas pedofil ini muncul dari postingan akun anonim bernama Mamako San. Ada lebih dari 160 komentar sebelum akun tersebut dihapus pemiliknya. Dalam salah satu komentar terdapat akun bernama Seele yang menyebar foto vulgar anak.

Foto tersebut ditanggapi dengan ramai-ramai meminta materi foto vulgar anak. Akun lainnya bernama Sanju Kuro mengaku pernah berpacaran dengan anak-anak. Ada pula akun Aris Munandar yang membagikan berbagai trik mendekati anak-anak. Dia juga mengaku sebagai guru SD sehingga mudah mendekati anak-anak.

Informasi keberadaan akun-akun pedofil itu pun viral di media sosial X. Bahkan, pemilik akun Mamako San juga sudah diklarifikasi netizen. Pemilik akun itu berinisial T.

Dalam video yang beredar, T mengaku bahwa postingan itu hanya bercanda. Dia mengaku tidak memiliki ketertarikan seksual dengan anak-anak. Lalu, postingan membeli boneka seksual juga disebutnya bohong karena yang sebenarnya membeli PC gaming.

Dia juga menyebut tidak mengenal sejumlah akun yang mengomentari postingannya. ’’Itu bisa jadi publik yang berkomentar dalam postingan saya,’’ ujarnya dalam video tersebut.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko menyatakan, pihaknya meneruskan informasi dugaan adanya komunitas pedofil itu ke setiap polda. ’’Saya dorong ke polda-polda berkaitan (mendalami, Red),’’ paparnya.

Menurut dia, sudah ada klarifikasi dari salah satu pemilik akun yang menyebarkan konten mengandung pedofilia. Trunoyudo mengirimkan link klarifikasi tersebut. ’’Sudah diklarifikasi,’’ ujarnya kepada Jawa Pos.

Untuk akun penyebar foto vulgar anak dan yang mengaku sebagai guru SD, pihaknya masih memproses. ’’Belum yang Palembang dan di Jakarta ya,’’ kata mantan Kabidhumas Polda Jawa Barat tersebut. Di sisi lain, KPAI belum menanggapi isu tersebut. Anggota KPAI Dian Sasmita belum merespons konfirmasi dari Jawa Pos. (idr/c19/bay)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore