
Ilustrasi: Palu Hakim
JawaPos.com - Persidangan lanjutan kasus dugaan penyekapan seorang pengusaha Depok Atet Handiyana Juliandri Sihombing oleh anggota TNI kembali dilaksanakan di Pengadilan Militer II-08 Jakarta.
Dalam sidang lanjutan pada Selasa sore (22/3) itu dihadirkan Muis dan Ichsan selaku karyawan PT Indocertes sebagai saksi. Diketahui, kasus dugaan penyekapan ini ternyata terkait dengan kasus penggelapan uang PT Indocertes yang diduga dilakukan oleh Atet.
Saksi Muis menyatakan bahwa Atet telah berjanji mengembalikan uang perusahaan alutsista tersebut pada tanggal 25 Agustus 2021. Uang yang sebelumnya ia klaim telah diserahkan kepada beberapa petinggi TNI
Klaim pemberian terhadap pejabat TNI inilah yang kemudian mengundang keterlibatan terdakwa Lettu Chb HS dan Mayor H untuk mengklarifikasi. Menurut saksi Ichsan, Atet ternyata memang tidak pernah menyerahkan sejumlah uang kepada pejabat TNI seperti yang ia klaim sebelumnya.
“Atet lalu berjanji mengembalikan uang sejumlah Rp. 30 miliar yang masih disimpan di rumahnya. Ia mengaku sebagian sudah dibelikan mobil, motor, dan aset lain,” tutur saksi Ichsan menceritakan kronologi peristiwa di persidangan yang dipimpin Hakim Ketua Letkol Chk Rizki Gunturida.
Oditur Mayor Chk Upen Jaya Supena pun bertanya pada saksi Ichsan alasan mengajak terdakwa Lettu Chb HS untuk ikut mengantar ke kediaman Atet di Depok. Saksi Ichsan mengatakan, ”Saya merasa risau dengan Atet karena dia punya senjata api.”
Saksi Ichsan pun bercerita jika Atet pernah menanyainya soal seluk-beluk senjata api, seraya menunjukkan pistol miliknya. “Pak Ichsan ngerti soal pistol enggak? Ditunjukkanlah pistolnya ditaruh di meja,” ujar saksi Ichsan.
Saksi Muis yang menjabat sebagai manajer operasional PT Indocertes juga ditanyai oleh majelis hakim mengenai jumlah uang yang digelapkan oleh Atet.
“Total yang sudah dikembalikan oleh Atet senilai Rp. 30 Miliar dari total Rp. 77 Miliar yang sudah ia gunakan,” ujar saksi Muis.
Mengenai dugaan penyekapan terhadap Atet, penasehat hukum terdakwa Lettu Chb HS, Letkol Chk Heru Purnomo mengajukan beberapa pertanyaan kepada kedua saksi.
“Saya pastikan Atet dan istri bebas keluar masuk kamar karena menginap di hotel berbintang yang memakai kartu akses sehingga tidak bisa sembarang orang bisa masuk ke kamar mereka. Dan saya pastikan tidak ada yang menjaga kamar Atet dan istrinya,” lanjutnya.
Dalam persidangan sebelumnya pada Kamis (17/3) hakim sempat mencecar Atet terkait uang PT Indocertes yang telah diberikan kepadanya.
"Apa iya uang sebesar Rp 41 miliar diserahkan kepada orang bahkan disampaikan bahwa silahkan uang itu dipakai untuk beli apa aja. Itu yang jadi pertanyaan buat saya," kata Hakim Anggota Kapten Chk Nurdin Rukka dalam persidangan di Pengadilan Militer, pekan lalu.
Hakim juga mempertanyakan mengenai kejanggalan penyerahan uang tunai dalam jumlah besar tersebut tanpa adanya bukti seperti kwitansi ataupun saksi seperti yang diungkapkan Atet Handiyana dalam persidangan.
Mengenai hal tersebut, di persidangan sebelumnya Atet mengatakan bahwa dirinya pernah bertanya kepada KS mengenai maksud dari pemberian uang Rp 41 miliar. "Saya mempertanyakan ke beliau, Bu ini uang apa? Uang perusahaan, uang pribadi atau uang apa. Udah kamu pakai aja," ujar Atet menirukan perkataan KS, owner PT Indocertes.
Sebelumnya Oditur Militer Letkol Chk Upen Jaya Kusuma mendakwa Lettu Chb HS terlibat melakukan penyekapan Atet Handiyana di Hotel Margo pada 25 sampai 27 Agustus 2021 dalam sidang pada Kamis (21/1/2022). Atas perbuatannya, Lettu Chb HS didakwa tiga pasal berlapis meliputi dua pasal KUHPidana, yaitu Pasal 333 ayat 2 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP dan satu pasal terkait Keputusan Panglima TNI.
Rencananya sidang lanjutan pemeriksaan saksi kasus dugaan penyekapan terhadap Atet Handiyana akan dilanjutkan pada Kamis (7/4/2022). Atet diketahui sebagai pengusaha Depok dan kini diberitakan bakal mencalonkan diri maju di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Banjar, Jawa Barat pada 2024 mendatang. Hal ini terlihat dari media sosial Atet dan sejumlah baliho yang bertebaran di Kota Banjar.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
