
Ilustrasi penembakan. Antara
JawaPos.com–Kontak senjata antara TNI/Polri dan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di sekitar runway (landasan pacu) Bandara Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, menyebabkan satu anggota KKB tewas.
Kabidhumas Polda Papua Kombespol Ahmad Kamal seperti dilansir dari Antara di Jayapura membenarkan adanya baku tembak di sekitar Bandara Ilaga.
Baku tembak yang menewaskan satu anggota KKB itu, terjadi sekitar 2,5 jam. Peristiwa itu berawal saat KKB melakukan penembakan di sekitar Bandara Ilaga sekitar pukul 09.20 WIT.
”Awalnya KKB menembaki anggota Paskhas yang bertugas di Bandara Ilaga hingga terjadi kontak senjata,” kata Kamal pada Jumat (19/2).
Dia mengatakan, anggota Polres Puncak dan TNI AD yang ada di Ilaga memperkuat anggota Paskhas. Ketika ditanya kekuatan KKB saat kontak senjata, Kamal menjelaskan, berdasar laporan yang diterima tercatat lima anggota KKB dengan menggunakan senjata laras pendek.
Terkait dengan identitas anggota KKB yang tewas dalam kontak tembak, Kamal mengaku belum tahu pasti identitasnya.
”Kami masih menunggu laporan lengkap dari Polres Puncak,” terang Kombespol Kamal.
Sementara itu, Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob menyebut, tidak ada warga dari Kabupaten Intan Jaya yang dilaporkan mengungsi ke Timika akibat meningkatnya eskalasi keamanan di wilayah itu akhir-akhir ini.
”Saya belum dengar laporan kalau ada eksodus pengungsi dari Intan Jaya ke Timika,” kata John Rettob di Timika.
Pemkab Mimika prihatin dengan situasi dan kondisi di Intan Jaya dimana hingga saat ini masih terjadi kontak tembak antara aparat TNI dan Polri dengan kelompok kriminal kersenjata (KKB) yang sudah banyak menewaskan korban, baik dari kalangan aparat, KKB, maupun warga sipil.
Wabup Mimika mengakui, saat ini sejumlah gereja di Kota Timika tengah menggalang sumbangan bahan kebutuhan pokok untuk membantu para pengungsi di Intan Jaya yang kini mengungsi ke pastoran dan gereja Katolik Paroki Bilogai.
”Pengumpulan sumbangan dan bantuan itu melalui gereja-gereja, mereka sudah meminta izin kepada Pemda Mimika untuk mengumpulkan sumbangan dari warga. Kami mendengar sejumlah kerukunan, paguyuban dan organisasi kemasyarakatan di Mimika ikut memberikan bantuan. Semoga hal itu bisa meringankan beban para pengungsi di Intan Jaya,” ujar John Rettob.
Dia berharap situasi keamanan di wilayah Papua, termasuk Mimika makin kondusif, tanpa kekerasan. Apalagi saat ini umat kristiani tengah memasuki masa prapaskah atau masa puasa menyambut Hari Raya Paskah.
”Kepada seluruh umat kristiani yang tengah menjalankan masa puasa, mari kita isi masa prapaskah ini dengan melakukan puasa, dan memperbanyak doa agar kita bisa terhindar dari segala macam tindak kekerasan, bencana dan situasi yang tidak menguntungkan. Hendaknya setiap insan menjadi juru damai dan penyejuk bagi sesama,” tutur John Rettob.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=1r5c3KOY1bc

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
10 Besar Penjualan Mobil Juni 2026: BYD Comeback jadi Merek Tiongkok Terlaris Kalahkan Jaecoo
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Viral dr. Anggi Aprilyani Masuk Gereja, Tuai Tudingan Penistaan Agama
Gosip Perselingkuhan Lionel Messi Memanas, Sang Istri Tanggapi Rumor Skandal Suami dengan Jurnalis Argentina
