
Photo
JawaPos.com - Kericuhan atas unjuk rasa penolakan UU Omnibus Law Cipta Kerja makin memuncak. Pos polisi di persimpangan Harmoni, Jakarta Pusat dibakar massa.
Pembakaran itu terjadi sekitar pukul 17.30. Demonstran dipukul mundur oleh aparat kepolisian dengan melepaskan tembakan gas air mata.
Pantauan JawaPos.com, polisi terus melakukan penjagaan ketat di sekitar kawasan Harmoni. Sebab, tidak jauh dari persimpangan merupakan kawasan kompleks Istana Negara.
Kobaran api dan kepulan asap hitam di pos polisi persimpangan Harmoni.
Baca juga: Demonstran Jadi Sasaran Kekerasan Oknum Polisi, Hinca Ancam Kapolri
Sementara itu, orator pengunjuk rasa meminta aparat kepolisian menghentikan tembakan gas air mata yang menghujani mereka.
"Lailhailallah, lailahaillah-lailahaillah. Jangan mundur-jangan mundur. Ya Allah tolong bapak polisi hentikan, tolong bapak polisi hentikan (tembak gas air mata)," seru seorang orator dari atas mobil orasi.
"Di mana letak kemanusiaan Bapak polisi," imbuhnya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=JWeIOXugyXk&ab_channel=jawapostvofficial

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
