
MEMANAS: Sejumlah demonstran membakar ban dalam unjuk rasa di depan gedung DPRD Jawa Barat, Bandung. (TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)
JawaPos.com - Kericuhan mewarnai unjuk rasa menolak Omnibus Law Cipta Kerja di depan kantor DPRD Jabar kemarin (7/10). Mahasiswa dari berbagai kampus yang turun ke jalan mencapai ribuan. Lebih banyak daripada aksi sehari sebelumnya.
Demo yang semula tertib, diisi dengan orasi secara bergantian, memanas setelah ada aksi membakar ban. Tak lama berselang, terjadi pelemparan botol minuman, batu, kaca, dan petasan. Sebagian massa berusaha masuk ke halaman gedung DPRD.
Petugas gabungan TNI dan Polri lalu menembakkan gas air mata. Demonstran pun semburat.
Sebagian lari ke depan Gedung Sate, Dukomsel, serta ke arah Trunojoyo. Hingga sekitar pukul 18.00, sebagian massa masih berkumpul di samping Lapangan Gasibu.
Sementara itu, mayoritas mahasiswa terdesak hingga ke depan kampus Unisba. Sekitar pukul 18.30, bentrokan kembali terjadi di dekat kampus itu. Ratusan mahasiswa masuk ke kampus, sebagian lainnya berkumpul di kampus Universitas Pasundan (Unpas).
Pantauan Radar Bandung, hingga pukul 20.30 tadi malam, ratusan mahasiswa masih berkumpul di dua kampus tersebut. Kampus Unisba dan Unpas secara spontan dijadikan posko medis karena tak sedikit massa yang terluka. Berdasar keterangan dari posko medis kampus Unisba, korban yang tercatat sebanyak 138 mahasiswa dari berbagai kampus. Ada pula sejumlah siswa SMA dan SMK.
Taufik, salah seorang relawan medis, menuturkan, kebanyakan korban mengalami sesak napas dan histeris karena tembakan gas air mata. Sebagian korban juga terluka akibat terkena lemparan batu atau pecahan kaca. Dia menduga ada mahasiswa yang terkena tembakan peluru karet. Ada juga mahasiswa yang mengalami luka cukup berat. Dia menderita luka sobek di kepala.
Hingga pukul 20.50, mahasiswa masih berkumpul di kampus Unisba dan Unpas.
Sementara itu, pihak kepolisian menangkap beberapa peserta aksi dan memastikan bahwa massa yang membuat suasana memanas bukan dari kalangan mahasiswa. Kapolrestabes Bandung Kombes Ulung Sampurna Jaya mengatakan, kericuhan terjadi menjelang petang. Saat itu massa aksi yang didominasi orang berpakaian hitam berusaha mendobrak gerbang gedung DPRD. ’’Mereka masuk sambil melemparkan batu dan anarkistis. Maka, kami pukul mundur dan melakukan penyisiran sehingga mereka bisa membubarkan diri dan klir di kawasan DPRD dan Gedung Sate,” katanya.
Baca juga:
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
3 Fakta Gonzalo Ritacco, Pemain Incaran Persebaya Surabaya yang Pernah Lawan Son Heung-min
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Everton vs Newcastle di Stadion Scottish Gas Murrayfield
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
