Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 17 Agustus 2020 | 21.23 WIB

Mobil Ditabrak Kereta Api, Tiga Orang Meninggal di Kediri

Ilustrasi pasien dirawat. Antara - Image

Ilustrasi pasien dirawat. Antara

JawaPos.com–Aparat Kepolisian Sektor Pagu, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, menangani kecelakaan antara kereta api dengan mobil di Desa Baye, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Akibat kejadian itu, tiga orang meninggal dunia.

”Kami tangani kecelakaan antara kereta api dengan mobil tadi. Sekarang korban sudah dibawa ke rumah sakit,” kata Kepala Polsek Pagu AKP Hariyanto seperti dilansir dari Antara di Kediri pada Senin (17/8).

Hariyanto menjelaskan, kereta api menabrak mobil Izusu Panther di Dusun Gempolan, Desa Baye, Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri, pada Senin (17/8) sekitar pukul 08.45 WIB. Lokasi kecelakaan di perlintasan kereta api tanpa palang pintu. Saat itu, KA Dhoho jurusan Surabaya–Blitar, melintas dari arah utara ke selatan.

Saat di lokasi, lanjut Hatiyanto, mobil Izusu Panther warna hitam dengan nomor polisi AG 1389 GN, melintas dari arah barat ke timur dengan satu sopir dan dua orang penumpang. Sebab, jarak yang diduga sudah dekat, mobil tersebut tertabrak kereta api. Mobil sempat terseret hingga kurang lebih 300 meter. Bagian samping mobil penyok tertabrak kereta. Akibat kejadian tersebut, tiga orang yang ada di mobil tersebut meninggal dunia karena mengalami luka yang cukup parah.

Laju kereta api terhenti setelah kejadian tersebut. Warga yang mengetahui tabrakan, langsung berusaha membantu mengevakuasi kendaraan. Menurut Hariyanto, Tiga korban yang meninggal dunia di lokasi tersebut langsung dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan visum et repertum. Ketiga korban yang meninggal adalah Suwito, 65, dan Nur Kotim, 55, keduanya warga Desa Ngebrak, Kecamatan Gampengrejo, serta Etik, 50, warga Kelurahan Ngampel, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.

Polisi menduga kejadian kecelakaan tersebut karena unsur kurang hati-hati dari sopir yang diduga tergesa-gesa. Berdasar inforemasi mereka bertujuan ke Pare, Kabupaten Kediri, untuk berobat. ”Di lokasi tersebut tidak ada palang pintu maupun petugas. Karena sopir usia lanjut dengan pendengaran terganggu, sehingga tidak mendengar ada kereta api yang melintas dari arah utara ke selatan,” terang Hariyanto.

Sementara itu, Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun Ixfan Hendriwintoko mengakui, di lokasi tersebut tidak ada palang pintu, namun ada rambu-rambu yang dipasang Pemerintah Provinsi Jatim. Sehingga warga yang hendak menyeberang bisa melihat rambu-rambu lalu lintas.

”Ada rambu-rambu yang dipasang. Jadi, sesuai dengan peraturan memang setiap kendaraan harus mengutamakan perjalanan KA,” kata Ixfan.

Sementara itu, setelah proses evakuasi korban dan kendaraan disingkirkan, kereta api melanjutkan perjalanan. Perjalanan kereta lain yang sempat terganggu kembali normal.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=vZJcy-zxkAY

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore