Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 4 Juli 2019 | 01.04 WIB

Uang Suap Rommy Rp 250 Juta Ditilap Politikus PPP untuk Nyaleg

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama sejumlah saksi lainnya dalam sidang kasus dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama, Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu (3/7). (Muhammad Ridwan/JawaPos.c - Image

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama sejumlah saksi lainnya dalam sidang kasus dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama, Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu (3/7). (Muhammad Ridwan/JawaPos.c

JawaPos.com - Sekretaris DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jawa Timur (Jatim), Norman Zein Nahdi mengaku menggunakan uang suap yang diterima oleh mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Rommy. Uang suap sebesar Rp 250 juta digunakan untuk dana kampanye.

Dalam persidangan, Norman mengaku pada 28 Februari 2019 menerima uang dalam tas hitam di Hotel Grand Mercure Surabaya. Uang itu dititipkan Rommy untuk dikembalikan kepada Kakanwil Kemenag Jawa Timur, Haris Hasanuddin.

"Tanggal 28 malam saya ditelepon salah satu stafnya (Rommy), diminta untuk ke kamar beliau dan beliau menitipkan sesuatu untuk disampaikan ke Pak Haris tanpa menyinggung perasaan Pak Haris," kata Norman saat bersaksi dalam sidang kasus dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Kemenag, Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu (3/7).

Dalam dakwaan disebutkan, Rommy menerima uang suap pada 6 Februari 2019 di kediamannya di Kramatjati, Jakarta Timur. Total uang dalam tas itu senilai Rp 250 juta. Jaksa menilai pemberian merupakan komitmen atas bantuan atas terpilihnya Haris sebagai Kakanwil Kemenag Jawa Timur.

Menerima titipan itu, Norman awalnya mengaku tidak tahu bahwa tas tersebut berisi uang. Begitu pulang dan dibuka, baru dia sadar isinya adalah uang.

Tidak langsung mengembalikan, Norman malah menggunakan uang itu untuk kepentingan kampanye. Ia tercatat sebagai satu calon anggota legislatif (caleg) dalam pileg 2019 DPR RI, 17 April 2019 dari daerah pemilihan (dapil) Jawa Timur III.

"Maksud saya Minggu pagi mau ngomong ke Haris dan Rommy bahwa uangnya saya pakai dulu buat nyaleg dan diganti secara bertahap," dalihnya.

Ia juga mengaku sudah menghabiskan 75 persen dari uang suap itu untuk membayar baliho dan atribut partai. "Sisanya bayar saksi dan pertemuan keliling di tiga daerah," jelas Norman.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore