
Habib Bahar bin Smith
JawaPos.com - Sepanjang tahun 2018, beragam peristiwa kriminal cukup menyita perhatian publik. Salah satunya, isu penyerangan terhadap ulama hingga ulama yang melakukan penyerangan.
Memang, berita terkait ulama atau pemuka agama di sepanjang tahun ini cukup mendapat respon reaktif baik dari masyarakat hingga para politisi. Bahkan tak ayal kasus-kasus terutama penyerangan ulama dipolitisasi mengingat pelaku sebagian besar mengalami gangguan jiwa.
Berikut sejumlah kasus terkait ulama yang menyita perhatian publik:
1. Pimpinan Pondok Pesantren Al Hidayah Cicalengka, Kabupaten Bandung, KH Umar Basri dianiaya
Pada 29 Januari 2018, kiai yang akrab disapa Ceng Emon Santiong dipukuli Asep, 50, menggunakan kayu yang biasa digunakan alas kaki untuk azan, usai melaksanakan salat subuh sekitar pukul 05.30 WIB. Akibatnya, Ceng Emon harus dilarikan ke Rumah Sakit Al Islam, Bandung.
Dalam waktu enam jam, Asep pun dibekuk. Namun dari hasil pemeriksaan, tim kepolisian dan psikolog yang bergabung di dalamnya, berkata jika pelaku memang punya gangguan mental berjenis skizofrenia sejak usia 25 tahun.
2. Komando Brigade PP Persis, Ustaz Prawoto dianiaya hingga meninggal dunia
Sungguh tragis nasib Ustaz Prawoto yang dianiaya tetangganya, Asep Maftuh, 45 menggunakan linggis. Ustad Persatuan Islam (Persis) itu dilinggis di bagian kepala dan tangan hingga tak berdaya di dekat kediamannya, Blok Sawah RT 01/03 Kelurahan Cigondewah Kidul Kecamatan Bandung Kulon, Bandung, Kamis, 1 Februari 2018.
Akibatnya, kepala korban bocor dan mengalami patah tulang. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, tetapi nyawanya tak tertolong. Polisi juga menyatakan bahwa pelaku mengalami gangguan jiwa.
3. ABG Keroyok Ustad di Palmerah
Seorang ustad bernama Abdul Basit dikeroyok sebelas pemuda pada 10 Februari 2018 di depan rumahnya, Jalan Syahdan, Palmerah, Jakarta Barat. Basit yang dikenal sebagai ulama dan khatib oleh warga sekitar dikeroyok lantaran para pelaku yang notabene ABG, kesal ditegur korban.
Tercatat, sudah dua kali sebelum kejadian pengeroyokan itu Ustad Abdul Basit memberikan teguran. Pengerokan tersebut terjadi ketika korban hendak pulang ke rumah. Tak cuma pria, ada juga tiga wanita ikut-ikutan dalam kelompok ini.
Akibat pengeroyokan itu, Abdul Basit pun mengalami luka di tangan kirinya terkena bacokan yang diakibatkan sabeten clurit oleh sekelompok pemuda itu.
4. KH. Hakam Mubarok Hampir Adu Jotos
Hendak membangunkan pemuda yang belakangan diketahui berinisial NT di pendopo Pondok Pesantren Muhammadiyah Karangasem, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur pada Minggu, 18 Februari 2018, Kiai Hakam Mubarok malah diajak bergelut.
Keduanya sempat beradu fisik namun tidak ada satupun dari mereka yang terkena pukulan. Akhirnya pengasuh Ponpes Muhammadiyah Karangasem itu lari sejauh 300 meter.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
