
Caleg PDI Perjuangan, Kapitra Ampera (kiri) di Kantor DPP PDIP belum lama ini. Status Kapitra sebagai pengacara Ustad Abdul Somad, dikabarkan telah dicabut. Kapitra mengaku belum mendapat surat yang belakangan viral tersebut.
JawaPos.com - Beredar sebuah surat edaran yang mengatasnamakan Lembaga Masyarakat Adat Melayu Riau. Isinya terkait pencabutan hak kuasa terhadap pengacara Kapitra Ampera dalam perkara dugaan persekusi yang menimpa Ustad Abdul Somad (UAS) di Bali.
Ketika dikonfirmasi, Calon Legislatif (Caleg) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu mengaku belum menerima surat pencabutan kuasa. Dia masih belum bisa memastikan kebenaran surat edaran yang menyebar di media sosial itu.
"Surat itu saya belum terima. Dia (Lembaga Masyarakat Adat Melayu Riau) telepon saya enggak, kirimkan saya juga enggak, bagaimana saya mengatakan surat itu benar dari mereka?," ujar Kapitra kepada JawaPos.com, Rabu (15/8).
Kapitra menjelaskan, dirinya mengetahui adanya surat edaran itu dari salah satu kerabatnya. Namun itu pun sebatas foto surat, bukan dalam bentuk fisik surat .
Mantan pengacara Rizieq Shihab itu mengatakan, dalam urusan pencabutan hak kuasa atas seseorang, seharusnya sesuai kesepakatan bersama. Dan sudah sepantasnya ada bukti fisik secara resmi.
"Pencabutan itu harusnya ada kesepakatan, etikanya kalau itu benar harus kirim ke saya, telepon dong ke saya," jelasnya.
Meski demikian jika memang hak kuasanya itu benar dicabut, Kapitra enggan mempermasalahkan. Sebab kasus yang menerpa UAS sudah dinyatakan selesai oleh Polda Bali, sehingga wajar hak kuasa itu berakhir.
"Tapi itu nggak ada masalah untuk saya. Dia melihat surat kuasa itu telah selesai dilaksanakan, makanya karena kasusnya sudah selesai, dicabut surat kuasanya," pungkasnya.

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Kanada vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Lebih Diunggulkan, Mampukah Les Rouges Balas Dendam?
Prediksi Skor Paraguay vs Prancis di 16 Besar Piala Dunia 2026: Ujian Konsistensi si Biru
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Kisah Renato Veiga, Bek Timnas Portugal yang Tumbuh di Maroko hingga Memilih Memeluk Agama Islam
Prediksi Skor Australia vs Mesir: Bursa Taruhan Unggulkan The Pharaohs, Opta Hanya Jagokan Socceroos 46 Persen
Prediksi Skor Argentina vs Tanjung Verde: Bursa Taruhan Jagokan Albiceleste, Opta Beri Peluang Menang Lebih dari 80 Persen
Prediksi Skor Australia vs Mesir di Piala Dunia 2026: Menanti Kejutan Satu-satunya Wakil Asia
