
Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Selasa (14/8) sore.
JawaPos.com - Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman rampung menjalani pemeriksaan, Selasa (14/7). Budi diperiksa terkait kasus yang melilit Kasie Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Pemukiman Ditjen Perimbangan Keuangan, Kemenkeu Yaya Purnomo.
Usai diperiksa sekitar empat jam, Budi tampak enggan berkomentar lebih lanjut terkait pemeriksaannya. Dia tampak berusaha menghindari cecaran pertanyaan dan kejaran awak media.
"Biasa aja (pemeriksaan tentang apa), cuma terkait proposal insfrastruktur di kota Tasik," ungkapnya di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (14/8).
"Udah atuh jangan di kejar-kejar gini," tukasnya.
Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyebut pemeriksaan yang dijalani Budi, penyidik mengklarifikasi perihal dugaan pemeriman tersangka Yaya.
"Mengonfirmasi dugaan penerimaan YP dan mencermati dugaan penerima lain trkait pengurusan anggaran dana perimbangan daerah," bebernya.
Sebelummya, KPK menetapkan Anggota DPR RI Fraksi Demokrat Amin Santoso sebagai tersangka kasus korupsi. Penetapan tersangka tersebut dilakukan, setelah sembilan pihak yang ditangkap Jumat (4/5), dilakukan pemeriksaan dalam waktu 1x24 jam.
Selain Amin, Penyidik juga menetapkan beberapa pihak lainnya, di antaranya Kasie Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Pemukiman Ditjen Perimbangan Keuangan, Kemenkeu Yaya Purnomo, seorang pihak perantara atas nama Eka Kamaluddin, dan seorang kontraktor atas nama Ahmad Ghiast.
Ada dugaan penerimaan total Rp 500 juta, yang merupakan bagian dari komitmen fee yang dijanjikan pihak kontraktor terkait dua proyek. Diduga penerimaan total Rp 500 juta merupakan bagian dari 7 persen komitmen fee yang dijanjikan dari 2 proyek di Pemkab Sumedang, senilai Rp 25 millar.
Total komitmen fee sekitar Rp 1,7 miliar. Amin Diduga menerima uang senilai Rp 400 juta dan Eka menerima uang senilai Rp 100 juta dari Ahmad Ghiast di lingkungan Pemkab Sumedang.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
