
Ilustrasi pesawat di landasan. Hari ini pilot dan karyawan maskapai Garuda Indonesia dikabarkan berencana mogok kerja.
JawaPos.com - Organisasi Asosiasi Pilot Garuda (APG) dan Serikat Karyawan Garuda (Sekarga) bakal menggelar konferensi pers siang ini, Rabu (2/5). Mereka membahas mengenai rencana mogok kerja untuk menyikapi kondisi di PT Garuda Indonesia (Persero).
Merespons rencana tersebut, Direktur Utama PT Garuda Indonesia Pahala N Mansury mengimbau agar para karyawan fokus terhadap pekerjaan saja. "Kami harapkan seluruh jajaran di Garuda Indonesia tetap fokus melakukan pekerjaan kita masing-masing," ujarnya di Garuda City Center (GCC), Tangerang, Jakarta, Rabu (2/5).
Dia menegaskan, manajemen Garuda Indonesia terus memperbaiki kinerja. Urusan saham, merupakan kewenangan di luar manajemen maupun karyawan.
"Apa pun yang diputuskan pemegang saham, apalagi pemegang saham mayoritas adalah pemerintah Republik Indonesia tentunya adalah satu arahan atau keputusan yang perlu kita lakukan ke depannya. Fokus sajalah pada pekerjaan kita masing-masing," tegasnya.
Pahala mengaku terus melakukan mediasi dengan asosiasi pilot dan serikat karyawan. Hingga pagi tadi, kata dia, tidak terlihat akan ada aksi mogok kerja.
Rencana konferensi pers pun tidak menganggu jalannya operasional penerbangan. "Saya lihat sampai dengan pagi ini, Alhamdulillah kondisi operasional berjalan dengan baik," tambahnya.
Namun, pihaknya tetap mengantisipasi jika ada mogok kerja para pilot maupun karyawan.
"Kami harus menyiapkan jadwal. Kami juga berupaya terus bisa bicara dan memastikan semua pihak yang terlibat dalam operasional bisa berjalan dengan baik," kata Pahala.
Mantan Direktur Keuangan PT Bank Mandiri (Persero) itu menegaskan, perbaikan terus dilakukan. Oleh karena itu, Pahala sekali lagi berharap agar para pilot maupun karyawan terus menjalankan tugas dan pekerjaannya sesuai jadwal.
"Karena kita harus terbang. Maka tentunya kalau kita bisa melakukan hal tersebut insya Allah kinerja Garuda Indonesia akan berangsur baik," pungkasnya.
Sekadar informasi, akhir Januari lalu Serikat Pekerja Garuda dan Asosiasi Pilot Garuda (APG) buka-bukaan tentang tentang dapur PT Garuda Indonesia (Persero) yang tengah dalam kondisi memprihatinkan.
Diungkapkan ada enam persoalan di Garuda Indonesia yang harus segera dibenahi. Pertama, program efisiensi, namun tidak sporadis. Kedua, pembenahan biaya organisasi yang terbilang boros, sebab ada 9 orang direksi dari sebelumnya hanya 6 orang.
Ketiga, penambahan armada harus diikuti kemampuan manajemen untuk membuat strategi penjualan produk penumpang dan kargo. Saat itu, peningkatan pendapatan hanya sebesar 8,6 persen sementara peningkatan biaya sebesar 12,6 persen.
Keempat, kinerja keuangan Garuda Indonesia sampai dengan kuartal III-2017 semakin merosot. Garuda mengalami kerugian sebesar 207,5 juta dolar AS. Bahkan nilai saham emiten berkode GIAA per 19 Januari 2018 ini juga anjlok hanya Rp 314 per lembar atau turun 58 persen.
Selanjutnya, serikat pekerja juga mengungkapkan adanya penurunan kinerja operasional Garuda Indonesia yang berdampak pada penundaan dan pembatalan penerbangan.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
