Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 18 Juli 2017 | 18.23 WIB

Cerita Pengadangan Kapal Pengirim Sabu 1 Ton, Pelaku Kurangi Kecepatan

Kapal pengirim sabu 1 ton diamankan di Dermaga Bea dan Cukai, Tanjunguncang, Batuaji, Sabtu (16/7). - Image

Kapal pengirim sabu 1 ton diamankan di Dermaga Bea dan Cukai, Tanjunguncang, Batuaji, Sabtu (16/7).

JawaPos.com - Tertangkapnya Kapal Wanderlust, pengirim sabu seberat 1 ton ke Pantai Anyer, Serang, Banten tidak terlepas dari kerja keras dari aparat gabungan dari Bea Cukai Batam dan Pangkalan TNI AL (Lanal) Tanjung Pinang, Kepulauan Riau (Kepri).


Petugas Bea Cukai Batam yang mendapatkan informasi dari  Direktorat Penindakan dan Penyidikan (P2) Bea Cukai pusat langsung bergerak cepat. Dari data yang didapatkan Kapal Wanderlust bergerak dari pantai Anyer menuju perairan Kepri dengan kecepatan 20 knot.


Bahkan posisi titik koordinatnya terakhir pun terdeteksi. Begitu juga dengan ciri-ciri kapal yang memiliki 30 meter dengan lebar 4 meter.


"Dari informasi itu, kami Kalkulasikan. Dengan kecepatan kapal itu, maka diperkirakan datangnya Jumat (14/7). Tapi kami tunggu-tunggu, gak datang-datang juga," kata Kasi Penindakan P2 Bea Cukai Batam, Slamet Pramono, seperti dilansir Batam Pos (Jawa Pos Group), Selasa (18/7).


Cerita Slamet, pihaknya telah bersiap-siap menghadang kapal tersebut dengan menggunakan 3 unit speedboat di sekitar perairan Mumbing, Mapor, Tanjungberakit, Bintan. Tapi kapal dengan cat berwarna putih tersebut, tidak kunjung datang.


Kendati sasaran belum juga datang, pihaknya tetap menunggu dengan sabar. Ternyata kapal tersebut baru sampai di perairan Tanjungberakit itu pada pukul 07.22.  "Mereka menurunkan kecepatan hingga 9 knot, itulah menyebabkan mereka lambat sampai di tempat penyergapan," ucapnya.


Pada pukul 07.22 itu speedboat bernomor BC7005 melihat kapal yang dicurigai melintas. Lalu dengan satu komando, ketiga speedboat milik Bea cukai tersebut melakukan penyergapan. Kapal tersebut langsung diperiksa.


Dari tangan awak kapal, ditemukan beberapa kelengkapan dokumen. Dari dokumen yang diamankan tersebut, kapal disebutkan berasal dari Vietnam. Tapi setelah diselidiki, ternyata kapal itu berasal dari Sierra Leone, salah satu negara yang berada di Afrika Barat.


Tapi petugas BC sudah menduga bahwa dokumen ini dipalsukan. "Warna kapal dan namanya sudah diubah. Dan hal itu sudah biasa," tuturnya.


Setelah kapal itu berhasil diamankan pihak Bea Cukai Batam menyerahkan ke pihak kepolisian guna dilakukan penyelidikan mendalam.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore