
Pagar rumah Mayor TW, anggota Kopaska TNI AL
JawaPos.com - Kawanan pencuri motor yang menyatroni rumah mayor TW bagaikan masuk ke kandang macan. Mereka tidak tahu, bahwa rumah yang didatangi adalah milik seorang anggota Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL.
"Kemungkinan besar mereka cuma mensurvei rumah sekali. Atau sekilas saja bahwa di sana ada motor, tidak sampai mencari tahu siapa penghuninya," ujar salah seorang sumber JawaPos.com di kepolisian, Rabu petang (5/7).
Rumah mayor TW sendiri memiliki pagar setinggi 2 meter, bercat hitam. Pagar tersebut, dibuka-tutup dengan cara digeser. Namun, di bagian tengah pagar geser itu, di sebelah nomor 120 A, ada pintu kecil yang menjadi satu. Pintu itu dipakai untuk keluar masuk orang.
Nah, Aziz Cs masuk ke dalam rumah dengan merusak gembok pintu kecil tersebut. Hal itulah yang menimbulkan suara gaduh, sehingga membuat Mayor TW waspada.
Menurut keterangannya ke polisi, TW meminta istrinya tetap tenang saat muncul suara gaduh tersebut. Begitu gembok pagar dirusak, dua pelaku masuk ke dalam rumah. Salah satunya adalah Aziz. Keduanya kemudian merusak rumah kunci motor Honda Beat warna biru bernopol L 3605 WM.
Setelah itu, pelaku menuntun motor keluar. Motor sempat diangkat sedikit melompat besi pagar bagian bawah. Saat motor sudah di luar, Mayor TW meletuskan tembakan peringatan dengan pistol six over (FN) dari balkon lantai dua rumahnya. Namun, Aziz malah mengeluarkan sepucuk air soft gun. Aziz kemudian ditembak dari belakang oleh TW, mengenai ketiak kirinya.
Sedangkan pelaku lain, Nadi Binto alias Nafi juga kena tembak. Polisi belum menyimpulkan bagian tubuh Nafi yang terkena luka tembak. Nafi tewas dalam perjalanan dan sudah dimakamkan oleh keluarganya, di Parseh, Socah, Bangkalan, Madura.
Setelah mendengar tembakan dan teriakan maling, warga keluar rumah. Mereka juga sempat memukuli Aziz dengan batu bata yang mencoba kabur 70 meter dari rumah korban. Aziz tewas di lokasi.
Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga menjelaskan, motor Mayor TW tidak sempat dibawa kabur. "Untuk korban (Mayor TW, red) tetap kami arahkan untuk membuat laporan di Polsek Sukomanunggal tentang pencurian kendaraan bermotor. Tadi (pagi) dia sudah ke Mapolsek sebagau pelapor," jelas Shinto. (did/JPG)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
