
Novel Baswedan saat mendapatkan perawatan lantaran disiram air keras.
JawaPos.com - Polda Metro Jaya belum juga bisa mengungkap kasus penyiraman air keras yang dialami Novel Baswedan. Padahal sudah lebih dua bulan berjalan kasus yang menimpa penyidik senior KPK itu bergulir, tapi sampai detik ini belum ada titik terang siapa pelakunya.
Apalagi Novel baru saja menyebut bahwa adanya dugaan keterlibatan jenderal polisi dalam kasus penyiraman air keras kepadanya. Informasi itu ia kemukakan saat diwawancarai oleh media asing TIME.
Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak menyebut bahwa dua bulan lebih pelaku penyiraman berkeluyuran dan belum tertangkap. Menurut dia, penanganan teror terhadap Novel dinilai sangat lambat, belum lagi dengan berbagai dugaan keganjilan yang mengarah kepada upaya menutup-tutupi dan melindungi teroris pelaku penyiraman.
"Apa yang dikatakan Novel terkait ada dugaan jenderal yang terlibat dan pihak-pihak lain yang juga terlibat agaknya harus menjadi perhatian bagi pemimpin tertinggi Indonesia, yakni Presiden Joko Widodo," kata Dahnil dalam siarannya, Kamis (15/6).
Dia menambahkan, kasus ini tak bisa diserahkan sepenuhnya kepada aparat kepolisian. Penanganan kasus ini, kata dia, harus dipimpin presiden, salah satunya dengan membentuk Tim Pencari Fakta Gabungan (TPGF) yang melibatkan tokoh-tokoh yang kredibel dan dapat dipercaya oleh publik.
"Kasus ini tidak bisa diserahkan kepada pihak kepolisian ditengah adanya dugaan dan kecurigaan kepada institusi terkait," kata dia.
Senada dengan Dahnil, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane juga menyebut bahwa sosok jenderal polisi tersebut segera dibongkar, ditangkap dan diseret ke meja hijau.
"Pengakuan Novel Baswedan bahwa ada jenderal polisi terlibat dalam kasus teror penyiraman air keras terhadap dirinya menjadi sebuah skandal yang mengejutkan yang harus segera dibongkar dan jenderal tersebut ditangkap dan diseret ke pengadilan," terang Neta, melalui siaran persnya.
Menurut dia, IPW mendesak segera dibentuk tim khusus untuk membongkar kasus ini agar terang benderang. Menurutnya, publik tidak bisa lagi hanya berharap pada Polda Metro Jaya untuk menuntaskan kasus ini. (elf/JPG)

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
