
Mersekal Hadi Tjahjanto
JawaPos.com — Penyebab meninggalnya anggota pasukan khusus Baret Jingga Praka Yudha Prihartanto masih terus ditelusuri. Selain melakukan pemeriksaan terhadap empat seniornya yang diduga melakukan penganiayaan, TNI AU tengah menganalisa hasil tes psikologi Yudha.
Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menuturkan, hasil pemeriksaan psikologi dari awal rekrutmen hingga pendidikan komando dari Praka Yudha sudah dimiliki. Semua hasil pemeriksaan atau tes psikologi itu sedang dipelajari. ”Akan dilihat bagaimana hasilnya,” tuturnya.
Hasil tes psikologi ini akan kombinasikan dengan hasil penyidikan Polisi Militer Angkatan Udara (POMAU). Tes psikologi dan hasil penyelidikan tentu akan bisa mengungkap semuanya. ”Kita pelajari seiring dengan penyelidikan POM AU,” terangnya.
Namun yang pasti, KSAU mengaku sangat memperhatikan kasus meninggalnya prajurit Korps Pasukan Khas (Korpaskhas) TNI AU tersebut. Bahkan, mantan Komandan Lanud Abdulrachman Saleh tersebut memastikan akan menindak tegas siapapun pelaku yang terbukti melanggar hukum.
”Siapapun ya, kalau melanggar hukum tindak,” papar alumnus Akademi Angkatan Udara (AAU) 1986 tersebut.
Sebagaimana diketahui, sebelumnya Praka Yudha ditemukan tewas bersimbah darah di barak yang diberi nama Kesatrian. Tepatnya di Markas Yonko 464 Pasukan Khas (Paskhas) di Komplek Lanud Abd Saleh, Pakis, Malang, Kamis (11/5).
Jasadnya Kamis siang itu sempat dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Dr Muh Munir Lanud Abd Saleh. Namun nyawanya tak tertolong karena pendarahan yang begitu banyak di lehernya. Sehingga akhirnya Praka Yudha dinyatakan meninggal dan dipulangkan ke kampung halamannya di Kebumen, Jawa Tengah. (idr/byu/JPK)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
