Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 1 April 2017 | 00.58 WIB

Amien Rais Ingatkan Pemerintah: Bahaya, Kalau Ahok Diistimewakan

Mantan Ketua MPR Amien Rais bersama sejumlah Ustadz melakukan pertemuan dengan Menko Polhukam Wiranto - Image

Mantan Ketua MPR Amien Rais bersama sejumlah Ustadz melakukan pertemuan dengan Menko Polhukam Wiranto

JawaPos.com - Mantan Ketua MPR Amien Rais bersama para ustadz mengingatkan pemerintah untuk tidak ikut campur yangan dalam kasus penistaan agama yang menjerat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.  Terlebih  memberikan keistimewaan terhadap Ahok.


Peringatan itu disampaikan Amien Rais saat bersama sejumlah ustadz melakukan pertemuan dengan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto.


"Intinya Ahok jangan diistimewakan Ahok. Kalau diistimewakan, bisa berbahaya," ujar Amien di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (31/3)


Pria kelahiran Surakarta, Jawa Tengah itu juga menilai pemerintah, dalam hal ini Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri)  aneh karena belum menonaktifkan Ahok. Padahal, hal tersebut sudah tertuang dalam UU Nomor 23 Tahun 2014 Pasal 83 ayat 1, 2, dan 3.


Menurut Amien, setiap kepala daerah yang menjadi terdakwa juga selalu dinonaktifkan oleh pemerintah. Namun pada saat dihadapkan dengan kasus Ahok malah berbeda sikap. "Kalau Ahok ini kok begitu jadi terdakwa malah diaktifkan lagi," katanya Amien. 


Sekadar informasi, dalam pertemuannya dengan Wiranto, Amien Rais ditemani oleh Ketua Umum Persaudaraan Mulimin Indonesia (Parmusi) Usamah Hisyam, Ustadz Sambo, Habib Alkaf, Habib Muhammad, Ustafz Edi, Ustadz Zakir Husain, Abbe Muhambar dan TB M. Shiddiq.(cr2/JPG)


Editor: Thomas Kukuh
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore